Munas vii hkti

Mayoritas Peserta Munas Inginkan Prabowo

Kompas.com - 12/07/2010, 13:25 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Menjelang pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) VII Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Selasa (13/7/2010), bursa Ketua Umum HKTI periode 2010-2015 masih menarik untuk diikuti menyusul munculnya sejumlah nama yang berasal dari kalangan politisi.

Namun, dalam konferensi pers menjelang pembukaan HKTI, Senin (12/7/2010) siang, satu nama diyakini masih menjadi kandidat terkuat yang akan memimpin organisasi petani terbesar di Indonesia ini. Ya, siapa lagi kalau bukan Ketua Umum Prabowo Subianto.

Sekretaris HKTI Fadli Zon bahkan sudah mengklaim mayoritas peserta Munas khususnya delegasi dari provinsi masih menginginkan Prabowo untuk kembali menduduki kursi tersebut. “Dari beberapa kali pertemuan, mereka mengharapkan Pak Prabowo untuk kembali memimpin,” ujar Fadli Zon di Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar.

“Tapi ada kandidat yang mendeklarasikan di luar itu sah-sah saja, siapa pun yang mau maju silakan,” tambahnya.

Fadli Zon menegaskan, semua dinamika bursa ketua umum ini akan ditentukan dalam sidang pleno pertama hingga keenam dalam Munas nanti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau