MOGADISHU, KOMPAS.com - Dua ledakan bom yang menewaskan sekitar 40 orang di Uganda yang dituduh dilakukan kelompok Al Shebaab Somalia adalah satu tindakan "tercela" dan "jahat", kata presiden pemerintah peralihan Somalia. "Fakta bahwa para korban sedang menonton pertandingan final sepak bola Piala Dunia merupakan tindakan jahat dan buruk para pelaku dan perlu mengusir mereka yang tidak menghargai kesucian nyawa manusia dari wilayah itu," kata Presiden Sharif Sheikh Ahmed dalam sebuah pernyataan. Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas tindakan itu tetapi Uganda menuduh gerilyawan Al Shebaab yang didukung Al Qaeda di Somalia, tempat negara itu menggelar ribuan tentara sebagai bagian dari misi Uni Afrika. Pemimpin penting Al Shebaab bulan ini menyerukan perang jihad terhadap negara-negara yang menyumbang tentara pada pasukan perdamaian Uni Afrika di Somalia dan melindungi pemerintah dukungan barat negara itu. Sharif, yang pemeritahnya mendapat ancaman dan tekanan militer yang meningkat dari Shebaab dalam pekan-pekan belakangan ini, menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga para korban. "Tindakan terorisme ini hanya akan memperkuat kerjasama antara rakyat Somalia dan Uganda. Tidak ada wilayah maupun masyarakat internasional akan mentolerir perluasan kekacauan," katanya. Uganda menurut rencana akan menjadi tuan rumah KTT tahunan kepala negara Uni Afrika di Kampala bulan ini dan adalah negara pertama yang menyumbang pasukan, awal tahun 2007 untuk pasukan Uni Afrika di Somalia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang