Peledakan bom

Presiden Somalia Kecam Insiden Kampala

Kompas.com - 12/07/2010, 15:38 WIB

MOGADISHU, KOMPAS.com - Dua ledakan bom yang menewaskan sekitar 40 orang di Uganda yang dituduh dilakukan kelompok Al Shebaab  Somalia adalah satu tindakan "tercela" dan "jahat", kata presiden pemerintah peralihan Somalia.      "Fakta bahwa para korban sedang menonton pertandingan final sepak bola  Piala Dunia  merupakan tindakan jahat dan buruk para pelaku dan perlu mengusir mereka yang tidak menghargai kesucian nyawa manusia dari wilayah itu," kata Presiden Sharif Sheikh Ahmed dalam sebuah pernyataan.      Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas tindakan itu tetapi Uganda menuduh gerilyawan Al Shebaab yang didukung Al Qaeda  di Somalia, tempat negara itu menggelar ribuan tentara sebagai bagian dari misi Uni Afrika.      Pemimpin penting Al Shebaab  bulan ini menyerukan perang jihad terhadap negara-negara yang menyumbang tentara pada pasukan perdamaian Uni Afrika  di Somalia  dan melindungi pemerintah dukungan barat negara itu.      Sharif, yang pemeritahnya mendapat ancaman dan tekanan militer yang meningkat dari Shebaab dalam pekan-pekan belakangan ini, menyampaikan ucapan belasungkawa  kepada keluarga para korban. "Tindakan terorisme ini hanya akan memperkuat kerjasama antara rakyat Somalia dan Uganda. Tidak ada wilayah maupun masyarakat internasional akan mentolerir perluasan kekacauan," katanya.      Uganda menurut rencana akan menjadi tuan rumah  KTT tahunan kepala negara Uni Afrika di Kampala bulan ini dan adalah negara pertama yang menyumbang pasukan, awal tahun 2007 untuk pasukan Uni Afrika di Somalia.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau