JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Selasa ( 12/7/2010 ), menjenguk Tama S Langkun, aktivis ICW yang menjadi korban pengeroyokan oknum tak dikenal, di RS Asri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Dalam penyataan persnya, mereka meminta kepada Polri untuk segera bertindak cepat dan profesional untuk mengusut siapa aktor intelektual di balik penganiayaan terhadap Tama. "Aktivis seperti ini, untuk negara jiwa dan raga sampai dikorbankan, maka negara harus bisa menyikapi pengorbanan ini. Yang penting, Polri segera mengusut tuntas. Perkara besar saja bisa terungkap, kenapa masalah yang individual seperti ini tidak bisa terungkapkan," ujar Wakil Ketua Komisi III asal F-PDIP Gayus Lumbun usai menjenguk Tama.
Selain Gayus, sejumlah anggota F-PDIP lainnya yang turut hadir antara lain Rieke Dyah Pitaloka, dan Sidharta Danusubrata. Kepada Tama mereka sempat berpesan agar tidak surut memperjuangkan pemberantasan korupsi.
Menurut Sidharta, tindakan kekerasan terhadap Tama ini dapat dikategorikan sebagai kejahatan terorisme terhadap perjuangan pemberantasan korupsi. Dia menilai, bisa saja pelaku kekerasan tersebut adalah pihak ketiga yang ingin memperkeruh polemik yang berkembang soal dugaan rekening mencurigakan perwira Polri.
"Jadi kita semua mendukung penuh Tama dan teman-teman ICW untuk terus selalu dalam garis perjuangan memberantas korupsi," tegasnya.
Pendapat senada disampaikan Rieke Dyah Pitaloka. Menurutnya, teror berupa kekerasan fisik yang dialamatkan kepada penggiat antikorupsi tidak berbeda dengan gaya kekerasan terhadap aktivis prodemokrasi pada era reformasi.
"Dengan peristiwa ini kembali gaya-gaya premanisme untuk membungkam suara-suara kritis dari berbagai persoalan yang seharusnya diketahui publik. Maka perlu diwaspadai semua pihak, jangan sampai cara-cara kekerasan terjadi seperti masa-masa yang lalu," terangnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang