Besuk tama

Legislator PDI-P Minta Polri Usut Pelaku

Kompas.com - 12/07/2010, 17:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Selasa ( 12/7/2010 ), menjenguk Tama S Langkun, aktivis ICW yang menjadi korban pengeroyokan oknum tak dikenal, di RS Asri, Duren Tiga, Jakarta Selatan. 

Dalam penyataan persnya, mereka meminta kepada Polri untuk segera bertindak cepat dan profesional untuk mengusut siapa aktor intelektual di balik penganiayaan terhadap Tama. "Aktivis seperti ini, untuk negara jiwa dan raga sampai dikorbankan, maka negara harus bisa menyikapi pengorbanan ini. Yang penting, Polri segera mengusut tuntas. Perkara besar saja bisa terungkap, kenapa masalah yang individual seperti ini tidak bisa terungkapkan," ujar Wakil Ketua Komisi III asal F-PDIP Gayus Lumbun usai menjenguk Tama.

Selain Gayus, sejumlah anggota F-PDIP lainnya yang turut hadir antara lain Rieke Dyah Pitaloka, dan Sidharta Danusubrata. Kepada Tama mereka sempat berpesan agar tidak surut memperjuangkan pemberantasan korupsi.

Menurut Sidharta, tindakan kekerasan terhadap Tama ini dapat dikategorikan sebagai kejahatan terorisme terhadap perjuangan pemberantasan korupsi. Dia menilai, bisa saja pelaku kekerasan tersebut adalah pihak ketiga yang ingin memperkeruh polemik yang berkembang soal dugaan rekening mencurigakan perwira Polri.

"Jadi kita semua mendukung penuh Tama dan teman-teman ICW untuk terus selalu dalam garis perjuangan memberantas korupsi," tegasnya.

Pendapat senada disampaikan Rieke Dyah Pitaloka. Menurutnya, teror berupa kekerasan fisik yang dialamatkan kepada penggiat antikorupsi tidak berbeda dengan gaya kekerasan terhadap aktivis prodemokrasi pada era reformasi.

"Dengan peristiwa ini kembali gaya-gaya premanisme untuk membungkam suara-suara kritis dari berbagai persoalan yang seharusnya diketahui publik. Maka perlu diwaspadai semua pihak, jangan sampai cara-cara kekerasan terjadi seperti masa-masa yang lalu," terangnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau