Batavia Masih Berhasrat Antar Haji

Kompas.com - 12/07/2010, 19:02 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com - PT Metro Batavia Airlines masih berhasrat untuk turut menjadi penyelenggara penerbangan haji pada musim haji 2010 nanti.

Maskapai ini pun masih optimis Kementerian Agama akan memberikan izin untuk penyelenggaraan tahunan tersebut.

Direktur Niaga Batavia, Hasudungan Pandiangan mengatakan pihaknya saat ini sedang menunggu keputusan dari Kemenag terkait dengan usulan Batavia untuk turut menjadi pelaksana penerbangan haji.

"Kami masih yakin kalau Batavia akan diperbolehkan membawa jemaah haji tahun ini," kata Hasudungan di Jakarta, baru-baru ini.

Namun demikian diakuinya, hingga saat ini belum ada keputusan dari pihak Kemenag mengenai hal tersebut. Sejak lama jatah penyelenggara penerbangan haji dimonopoli oleh Garuda Indonesia.

Setengahnya diangkut Saudia Airlines. Sementara ketika penerbangan nasional mulai meningkat, maskapai-maskapai swasta lainnya pun ingin diikutsertakan dalam penyelenggaraan angkutan haji tersebut.

Selain Batavia, Lion Air juga mengusulkan, tetapi akhirnya mengundurkan diri. Hasudungan menjelaskan, bila Batavia diizinkan ikut sebagai penyelenggara haji, maka pihaknya akan memberikan tarif yang cukup miring, 1.520 dollar AS per jemaah.

Padahal saat ini Garuda mematok tarif di atas 1.720 dollar AS. "Berdasarkan perhitungan kami, tarif angkutan haji bisa ditekan hingga 1.520 dollar per jemaah untuk rute Jakarta-Jeddah. Tarif itu tidak akan berubah selama harga avtur tidak melebihi 90 dollar per barel," tandasnya.

Menurutnya, kalau wilayahnya lebih barat seperti Padang, Aceh maka akan lebih murah, sedangkan kalau wilayahnya lebih timur dari Jakarta, maka akan dikenakan biaya tambahan.

Dia menjelaskan hal itu dilakukan agar terjadi transparansi tarif penerbangan. Sedangkan saat ini tarif penerbangannya untuk semua rute sama.

Meskipun siap bila pemerintah tidak memberi izin, tetapi Batavia pun siap bila tiba-tiba ada izin dari pemerintah.

Tiga unit pesawat sudah siap. Dua lagi bisa didatangkan sewaktu-waktu. Selain itu lessor asing juga sudah mulai menawarkan pesawat ke kita, apabila butuh pesawat tambahan untuk haji.

"Lessor itu kan cari peluang, begitu Batavia ada peluang mereka pun mulai menawarkan untuk meminnjamkan pesawat mereka plus kru kokpitnya," tambah Hasudungan.

Hasudungan merasa yakin bila pemerintah memberikan izin kepada Batavia untuk turut menyelenggarakan penerbangan haji, pihaknya bisa menerbangkan sebanyak 50.000 jemaah.

"Tahun ini kami sudah siap, apalagi tahun depan pasti lebih fight lagi mengusulkannya," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau