Piala dunia

Maradona Baik-baik Saja

Kompas.com - 13/07/2010, 06:55 WIB

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Tim dokter yang menangani kesehatan Diego Maradona memastikan bahwa Pelatih Argentina itu dalam kondisi baik-baik saja. Maradona tidak terjerumus dalam penggunaan narkoba ataupun alkohol setelah timnya tersingkir di Piala Dunia 2010.

Argentina mengalami pukulan telak setelah ditekuk Jerman di perempat final Piala Dunia dengan skor 4-0. Sejak itu, Maradona yang tadinya yakin bakal mengantar "Albiceleste" sebagai juara dunia dikabarkan menutup diri dan mengurung diri di kamar. Kemudian muncul kekhawatiran Maradona bakal kembali menggunakan obat-obatan terlarang sejak terakhir kali berhenti memakainya enam tahun lalu.

Namun, dokter Alfredo Cahe mengatakan bahwa "Sang Tangan Tuhan" bersih dari kecanduan. Cahe memastikan bahwa pelatih 49 tahun itu baik-baik saja meskipun masih agak terpukul oleh kekalahan di Afrika Selatan.

"Dia sedikit terpukul, secara nalar," kata Cahe. "Namun, dia tidak terjerumus dalam depresi. Tidak seperti yang mereka (media) katakan di sini, di mana dia kembali mengalami kecanduan. Saya pikir saya bakal melihatnya dalam kondisi lebih buruk, tapi tidak. Saya melihatnya sedang merenung."

Sesaat setelah dikalahkan Jerman, Maradona mengatakan dirinya mungkin akan mundur dari jabatan pelatih timnas. Namun, keputusan itu masih akan dipikirkannya sebelum bertemu dengan Federasi Sepak Bola Argentina (AFA). "Diego ingin memberi kita kebahagiaan lebih besar. Dia sedang memikirkan soal masa depannya di sepak bola," ucap Cahe.

AFA telah menegaskan, keputusan untuk tetap menjadi pelatih atau mundur sepenuhnya berada di tangan Maradona. Ia masih memiliki kontrak hingga 2011 di mana Argentina menjadi tuan rumah Copa America. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau