Cuaca Buruk, Wapres Urung Naik Heli

Kompas.com - 13/07/2010, 09:28 WIB

LEMBANG, KOMPAS.com — Akibat cuaca buruk di sekitar Gunung Tangkuban Perahu, Situ Lembang, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (13/7/2010) pagi, Wakil Presiden Boediono yang semula akan naik helikopter Kepresidenan untuk memberikan pembekalan kepada siswa Pendidikan dan Latihan Dasar (Ditsar) Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri Tahun 2010 batal.

Rombongan Wapres akhirnya menggunakan jalan darat dengan mobil Kepresidenan RI-2 dari Pangkalan Udara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. Perjalanan darat menuju lokasi di ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl) akan ditempuh sekitar satu jam jauh lebih lambat daripada dengan helikopter yang butuh waktu 25 menit.

"Akan tetapi, kalau clear (bersih) kabutnya, heli akan dikirim ke lokasi untuk membawa pulang Wapres," ujar seorang perwira TNI AD, saat melapor ke komandannya di lapangan upacara Situ Lembang, Lembang, Selasa pagi, sebagaimana didengar Kompas.

Dari rencana acara pembekalan kepada peserta (Ditsar) Wanadri dimulai pukul 10.00 WIB, dimajukan menjadi pukul 09.00 WIB karena Wapres Boediono harus hadir dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Selasa pukul 14.00 WIB.

Semula, rombongan Wapres Boediono akan diangkut dengan tiga helikopter Kepresidenan untuk mengangkut Wapres, Ny Herawati Boediono, staf, deputi Wapres, pejabat militer dan sipil Pemprov Bandung, serta para ajudan.

Sementara di lokasi upacara di Situ Lembang, sejak Selasa pagi ini sudah hadir dan menunggu Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto, anggota senior Wanadri yang menjadi anggota sejak tahun 1969 silam. Bahkan, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Erry Riyana Hardjapamekas, yang juga anggota Wanadri, pun sudah bermalam di lokasi sejak sehari sebelumnya.

Hadir pula sesepuh Wanadri Abah Iwan Abdurachman, yang menggunakan Baret Merah Wanadri karena anggota kehormatan Korps Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, dan Ketua Umum Dewan Pengurus Wanadri Darmanto.

Ditsar Wanadri angkatan tahun 2010 saat ini diikuti 93 siswa dari sebelumnya 103 orang yang mendaftar dan mengikuti pendidikan selama 28 hari ke depan sejak pembukaan tanggal 2 Juli lalu di Bandung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau