JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Bank BTN Iqbal Latanro mengkhawatirkan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) versi pemerintah rata-rata berkisar 5 persen hingga 15 persen per 1 Juli 2010 berdampak pada kinerja perseroan.
Demikian dikemukakan Iqbal pada konferensi pers bersama Direktur Utama Pos Indonesia I Ketut Mardjana terkait program tabungan berhadian "eBataraPos" di kantor besar Pos Indonesia Kompleks Lapangan Banteng Jakarta, Selasa (13/7/2010).
"Kita lagi evaluasi dampak kenaikan TDL ini. Ini baru saja naik jadi kita belum bisa lihat dampaknya. Bagaimana dampaknya terhadap angsuran (KPR/kredit pemilikan rumah), asuransi, dan sebagainya," kata Iqbal.
Iqbal mengakui kenaikan TDL selama ini biasanya membuat resah kalangan perbankan namun tidak lama berselang kenaikan TDL perbankan akan menemui keseimbangan baru. "Tapi itu tidak lama normal lagi," kata Iqbal.
Sementara itu, I Ketut Mardjana mengatakan ada pengaruh kenaikan TDL terhadap seluruhan biaya yang dikeluarkan Pos Indonesia.
"Bagi kami ada upaya untuk melakukan perubahan besar tapi pembenahan interen lewat bisnis proses yang modern diharapkan memberikan hasil maksimal," kata dia.
Dijelaskan, ke depan PT Pos Indonesia akan meningkatkan peran teknologi dalam operasional perseroan. "Kenaikan TDL kami harapkan tidak ada pengaruhi terhadap kinerja Pos Indonesia misalnya biaya pengiriman jasa pos," kata Mardjana.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang