Ibadah haji

Kemkes Latih 11.000 Tenaga Medis Haji

Kompas.com - 13/07/2010, 18:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan, terkait penyelenggaraan ibadah haji 2010, Kementerian Kesehatan saat ini tengah melatih sekitar 11.000 tenaga medis yang akan diturunkan guna mendampingi jemaah haji di bidang kesehatan.

Sekitar 11.000 tenaga medis akan mendampingi jemaah haji, mulai dari titik keberangkatan hingga kepulangan. "Kami juga akan menempatkan tenaga medis di Mekkah dan Madinah hingga H+10," kata Endang seusai mengikuti rapat kabinet terbatas yang membahas soal penyelenggaraan ibadah haji 2010 di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (13/7/2010).

Ratas dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. Tenaga medis yang tinggal di Mekkah dan Madinah hingga 10 hari setelah kloter terakhir jemaah haji pulang ke Tanah Air ditujukan untuk merawat jemaah haji yang mungkin masih membutuhkan perawatan di rumah sakit lokal di negara tersebut.

Kemkes, sambung Endang, juga akan mendirikan semacam posko kesehatan setara dengan rumah sakit tipe C yang memiliki 180 kasur di Mekkah, dan posko kesehatan yang memiliki 50 tempat tidur di Madinah.

Menurut Endang, tenaga medis ini telah disaring dari sekitar 35.000 orang yang mendaftar secara online. Soal vaksinasi meningitis, Menkes mengatakan akan mendistribusikannya ke berbagai rumah sakit dan puskesmas di seluruh Indonesia setelah lebaran.

Secara medis, vaksin meningitis harus diberikan selambat-lambatnya dua minggu sebelum kloter pertama jemaah haji berangkat. Seperti diwartakan, pemberian vaksin meningitis sesuai amanat UU No. 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. "Pemerintah wajib memberikan perlindungan kepada calon jamaah haji. Salah satu bentuk perlindungan terhadap ancaman penyakit melalui vaksinasi meningitis," katanya.

Menurut Menkes, meningitis sampai sekarang masih menjadi ancaman, baik untuk jamaah haji maupun umroh karena pada saat melakukan ibadah tersebut orang-orang yang berada disana datang dari berbagai penjuru dunia, termasuk negara-negara di mana meningitis itu masih endemis, khususnya dari benua Afrika.

Kasus Meningitis pada jamaah haji Indonesia pernah terjadi pada tahun 1987, di mana terdapat 99 orang jamaah yang tertular meningitis dan 40 orang diantaranya meninggal dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau