BOGOR, KOMPAS.com - Peristiwa ledakan tabung gas 3 kg, terjadi lagi di Kampung Pasir Awi, RT 03/RW 13, Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/7/2010).
Akibat ledakan gas tersebut, Sawati (80) dan Kesih (36), mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Saat ini, korban dirawat di Puskesmas Cigudeg.
Menurut Kepala Desa Cigudeg Firdaos, ledakan terjadi Selasa pagi sekitar pukul 07:00 WIB. Peristiwa itu berawal ketika Sawati hendak memasak menggunakan kompor gas.
Tiba-tiba keluar percikan api dari kompor, dan api seketika menyambar ke tabung gas yang jaraknya berdekatan.
"Kemungkinan selangnya ada yang bocor, korban tidak tahu. Apalagi korban tidak memahami cara penggunaan gas," kata Firdaos.
Api yang menyala di kompor langsung membesar dan menyambar tabung gas, dan kemudian terjadi ledakan besar.
Kobaran api langsung menyambar tubuh nenek Sawati, di saat itu Kesih yang berada di rumah berupaya memberi pertolongan kepada ibunya juga ikut tersambar api.
"Keduanya mengalami luka bakar cukup serius, warga langsung membawa korban ke Puskesmas Cigudeg dan memadamkan api," kata Firdaos.
Peristiwa ledakan tabung gas yang sering terjadi akhir-akhir ini mendapat perhatian pemerintah setempat.
Pemkab Bogor ikut melakukan pengawasan peredaran tabung gas mulai dari Stasiun Pengisian Bakar Elpiji (SPBBE), agen, pengumpul dan pengecer.
Melalui Diskoperindag Kabupaten Bogor, aparat menggelar inspeksi mendadak ke beberapa SPPBE, agen, pengumpul dan pengecer.
Dalam sidak ditemukan ribuan tabung gas yang tanpa tanda SNI, beberapa peralatan pelengkap tabung gas seperti regulator dan selang juga tanpa tanda SNI.
Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Diskoperindag Ridwan Said mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat koodinasi dengan pihak pertamina, SPBBE, agen dan polisi guna membahas soal peredaran tabung gas yang tidak sesuai standar.
"Upaya ini untuk meminimalisasi terjadinya ledakan tabung gas di Kabupaten Bogor," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang