Pria Mabuk Ini Bercanda dengan Buaya

Kompas.com - 13/07/2010, 22:35 WIB

SYDNEY, KOMPAS.com — Seorang pria Australia beruntung masih hidup setelah dalam keadaan mabuk memanjat pagar kandang buaya dan menunggangi hewan reptil buas sepanjang lima meter yang diberi nama Fatso itu.

Pria yang berusia 36 tahun itu melompati pagar kandang binatang buas tersebut setelah diusir dari sebuah pub di kota Broome, Australia barat-laut, Senin tengah malam.

Ia lalu berusaha duduk di punggung reptil raksasa itu. "Ia mula-mula memanjat dan masuk ke kandang berisi dua buaya betina sebelum mendekati buaya jantan sepanjang lima meter bernama Fatso," kata seorang juru bicara polisi, Selasa (13/7/2010).

"Kaki kanan pria itu digigit sewaktu ia berusaha duduk di punggungnya. Ia dengan susah payah meloloskan diri dan kembali ke pub sambil menunggu ambulans dihubungi," katanya.

Pemilik pub, Mark Phillips, mengatakan bahwa stafnya memberi tahu bahwa pria tersebut muncul lagi sekitar pukul 23.00 dengan luka bekas gigitan dan ada daging menggelantung dari bagian tubuhnya.

"Mereka mengatakan, ada daging yang mengelupas di kakinya dan kondisi semacam itulah," kata Phillips kepada jejaring thewest.com.au.

Ia menjalani operasi karena menderita cabikan parah. Pengelola taman Malcolm Douglas mengatakan, pria itu beruntung bisa selamat akibat perbuatannya mendekati buaya berbobot 800 kilogram tersebut.

"Buaya itu tidak membunuh dia sebab hewan tersebut terjepit di pojok," kata Douglas kepada thewest.com.au.

Douglas mengatakan, Fatso, salah satu reptil paling besar di taman itu, dapat menghancurkan tulang seorang pria hanya dengan satu gigitan.

Sebagai gambaran, rata-rata dua orang tewas setiap tahun di Australia akibat serangan dari buaya yang agresif. Buaya ini dapat memiliki panjang sampai tujuh meter dengan berat lebih dari satu ton.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau