Saatnya DIY Perluas Pasar Pariwisata

Kompas.com - 14/07/2010, 09:31 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pasar pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta di luar negeri sudah saatnya diperluas sebagai upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah itu melalu promosi yang gencar.

"Upaya memperluas pasar pariwisata di luar negeri menjadi keharusan para pemangku kepentingan pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Apalagi sudah ada penerbangan langsung Singapura-Yogyakarta dan Kuala Lumpur-Yogyakarta," kata Ketua Forum Silaturahmi Insan Pariwisata Indonesia (Fosipa), H Sarbini, di Yogyakarta, Rabu (14/7/2010).

Menurut Sarbini, upaya memperluas pasar pariwisata DIY di luar negeri juga untuk memperkuat posisi sebagai salah satu daerah tujuan wisata utama di Indonesia, sehingga pariwisata DIY bisa lebih dikenal wisatawan.

Dinas Pariwisata DIY bersama dengan pemangku kepentingan pariwisata daerah harus menggencarkan promosi wisata di luar negeri dengan mengikuti pameran wisata. "Selain itu mengundang media wisata dan biro perjalanan asing untuk mengunjungi objek wisata di DIY sehingga wisatawan tertarik berkunjung ke Yogyakarta," katanya.

Upaya lain yang perlu dilakukan adalah membangun daya tarik dan pesona wisata agar wisman yang berkunjung ke DIY merasa terkesan dan membawa kenangan. "Jika wisman terkesan dipastikan mereka akan kembali mengunjungi objek wisata daerah ini, sekaligus mengajak teman dan keluarganya," kata Sarbini.

Sarbini optimistis jumlah kunjungan wisman ke daerah itu akan terus meningkat dari tahun ke tahun, namun promosi wisata di dalam dan luar negeri harus digencarkan. "Promosi wisata juga merupakan upaya mengenalkan kembali pariwisata DIY sebagai destinasi pariwisata unggulan," katanya.

Meski DIY sudah lama dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, promosi pariwisata tetap diperlukan untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke daerah itu. "Tanpa promosi yang terus-menerus, daerah ini akan ditinggalkan bahkan dilupakan. Apalagi daerah tujuan wisata lain di Indonesia juga gencar berpromosi," katanya.

Sarbini menambahkan, Fosipa Indonesia beranggotakan para pelaku pariwisata se-Jawa-Bali, sebagian Sumatra dan beberapa daerah lainnya di Indonesia. Organisasi ini berkedudukan di Kota Yogyakarta. "Komitmen Fosipa adalah memajukan dunia pariwisata dengan kegiatan sarasehan, lokakarya dan berbagai pameran pariwisata," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau