JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Mennakertrans) Muhaimin Iskandar merasa posisinya di Kabinet Indonesia Bersatu II masih "aman" pascapenilaian Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).
Muhaimin, yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, menilai, penilaian oleh UKP4 merupakan bagian dari penyempurnaan kinerja para menteri. Hal itu dikatakannya menjawab pertanyaan wartawan di sela acara Khitanan Massal oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, di Gedung DPR Jakarta, Rabu (14/7/2010).
"Insya Allah (penilaian) saya oke-oke saja," kata pria yang biasa disapa Cak Imin ini.
Evaluasi oleh UKP4, menurut Cak Imin, merupakan warning bagi para menteri untuk memperbaiki kinerjanya. Namun, penilaian itu dinilainya tidak bisa menjadi ukuran untuk menentukan berhasil atau tidaknya kinerja seorang menteri.
"Ya beri waktulah untuk menyempurnakan. Insya Allah banyak menyangkut hal-hal yang sifatnya penyempurnaan. Tapi, semuanya tergantung Presiden yang punya kewenangan menilai. Rapor merah, biru itu terserah Presiden," ujar Cak Imin.
Sebagai bagian dari koalisi, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden jika penilaian UKP4 dijadikan dasar untuk mengevaluasi kinerja menteri dari partai koalisi. "Presiden yang berhak memberi arahan, direction," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang