TDL Naik, Harga Rumah di Sultra Naik

Kompas.com - 14/07/2010, 16:40 WIB

KENDARI, KOMPAS.com — Pengembang perumahan yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Tenggara (Sultra) siap menaikkan harga jual rumah, menyusul kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan biaya penyambungan. 

Pengurus REI Sultra, Nasir M, di Kendari, Rabu, mengatakan, semula setiap unit rumah dipasangi listrik sebesar 900 watt dengan biaya sebesar Rp 368.000, tetapi saat ini satu unit rumah diberikan daya minimal 1.300 watt dengan biaya sebesar Rp 1.115.000. "Kenaikan itu sangat besar. Karena itu, kami memutuskan untuk menaikkan harga jual mulai bulan Agustus sebab kalau tidak dinaikkan maka kami yang akan rugi," katanya. 

Pengembang juga akan menyosialisasikan kenaikan tersebut kepada pemilik rumah yang belum mendapatkan sambungan listrik, tetapi pada saat akad jual beli hanya menanggung biaya pemasangan listrik sebesar Rp 368.000. 

"Bagi pengguna lama, mereka terpaksa harus menanggung kenaikan biaya pemasangan ini karena tidak sesuai lagi dengan biaya pada saat akad," katanya. 

Ia menambahkan, pemerintah juga harus merevisi penetapan standar harga rumah sederhana sehat (RSH) di sebesar Rp 55.000.000, harga tersebut harus mempertimbangkan kenaikan biaya bahan baku akibat kenaikan TDL. 

Nasir juga mengatakan, untuk sementara waktu pengembang menghentikan penjualan perumahan RSH sambil menunggu kebijakan harga terbaru yang telah disesuaikan dengan biaya produksi.

Saat ini terdapat sekitar 70 pengembang perumahan di Sultra, tetapi yang terdaftar di REI Sultra hanya 63 pengembang. Pada tahun 2009, sedikitnya 1.000 unit rumah yang telah dibangun seiring semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perumahan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau