PT MRT Gandeng Dua BUMD, Bangun Lima Stasiun Transit

Kompas.com - 14/07/2010, 19:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Mass Rapid Transit (MRT) akan menggandeng dua badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta untuk membangun lima stasiun transit moda angkutan rel MRT.

Direktur Fungsi Korporasi PT MRT Jakarta, Eddi Santosa, di Jakarta, Rabu mengatakan dua BUMD tersebut yaitu PT Jakarta Tourisindo dan PD Pasar Jaya yang akan membangun stasiun transit berbasis "transit oriented development" (TOD).

Eddi mengatakan pihaknya menggandeng dua BUMD karena pembangunan rute tahap pertama moda angkutan MRT yaitu Lebak Bulus - Hotel Indonesia melewati lahan milik mereka.

Dalam kerja sama tersebut, PT Jakarta Tourisindo akan membangun satu stasiun transit pada lahan miliknya seluas 1,2 hektar di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan dengan fasilitas bisnis lengkap.

Sementara PD Pasar Jaya yang memiliki saham PT MRT Jakarta sebesar 0,5 persen akan membangun empat stasiun transit yang berlokasi di Pasar Cipete, Pasar Blok A, Pasar Blok M dan Pasar Bendungan Hilir.

Eddi mengatakan PT MRT mengajukan usul lokasi stasiun transit di lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, meski nantinya yang menentukan adalah Dinas Tata Ruang DKI.

"Hal itu kami lakukan agar sinkronisasi bisa efektif dan efisien. Sekaligus juga bisa mengembangkan kegiatan bisnis BUMD, karena mereka ikut dalam kerja sama pengembangan stasiun transit ini," katanya.

Usulan PT MRT tersebut juga menyesuaikan syarat pembangunan lokasi TOD secara teknis yang harus sesuai dengan ketentuan tata ruang, ketersediaan lahan, tingkat jumlah penumpang, kebutuhan fasilitas, dan lokasinya maksimal berjarak 100 meter dari stasiun yang dilewati. 

"Artinya, lokasi milik BUMD yang akan dikembangkan menjadi stasiun transit atas usulan PT MRT Jakarta cukup memadai," tambah Eddi.

PT MRT sendiri masih membuka kesempatan kerjasama kepada BUMD atau pihak swasta lain yang memiliki lahan di sepanjang rute jalur MRT.

Sedangkan Direktur PD Pasar Jaya Djangga Lubis mengatakan pihaknya siap bekerjasama dengan PT MRT membangun stasiun transit.

Dengan pembangunan stasiun transit MRT diharapkan dapat memperbaiki kualitas di empat pasar tradisional di Jakarta yang selama dicitrakan sebagai kawasan yang kumuh dan becek.

Sebelumnya, Dinas Tata Ruang DKI menyebutkan sedikitnya ada lima stasiun dari 12 stasiun MRT yang akan sesuai konsep pengembangan berorientasi transit oriented development/TOD utama dalam pembangunan MRT Tahap I. Kelima kawasan yang akan dijadikan TOD maksimum itu yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete, Blok M, dan Dukuh Atas.

Tiga stasiun lainnya yakni Senayan, Istora, dan Bendungan Hilir akan dikembangkan dengan pola TOD atau konsep pengembangan medium, sementara empat stasiun sisanya yakni Haji Nawi, Blok A, Sisingamangaraja dan Setiabudi akan dikembangkan dengan konsep TOD minimum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau