Suit... Luna Rilis "Tak Bisa Bersamamu"

Kompas.com - 14/07/2010, 20:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Terseret kasus video porno dan telah ditetapkan sebagai tersangka, artis Luna Maya tak berhenti berkarya. Luna justru membuat gebrakan baru dengan merilis single terbaru berjudul "Tak Bisa Bersamamu".

Lagu yang dinyanyikan secara solo oleh Luna itu diciptakan oleh Pasha 'Ungu'. Bisa jadi, lagu ini merupakan curahan hati Luna lantaran tak bisa setiap saat ketemu kekasihnya, Nazriel Irham alias Ariel, yang sudah ditahan di Badan Reserse Kriminal Polri.

Yang jelas, Isra Ruddin selaku Vice President Commerce alias komandan pemasaran di label rekaman PT Royal Prima Musikindo (RPM) yang menaungi Luna mengaku sangat yakin dengan single solo perdana Luna itu. Ia yakin single ini akan diterima masyarakat luas.

"Ini materinya bagus, hasilnya baik, ciptaan Pasha 'Ungu'. Mudah-mudahan bisa jalan dengan baik. Saya yakin masyarakat akan menerima. Ini akan memajukan industri musik Tanah Air," kata Isra di Jakarta, Rabu (14/7/2010).

Lalu, apa tidak takut dengan citra Luna yang tengah disorot masyarakat terkait video porno itu? "Kami enggak hanya jual pribadi Luna. Luna kan selama ini kita kenal sebagai model, pemain film, presenter, dan sudah pernah jajal tarik suara. Jadi, cukup dikenal masyarakat. Tapi kami kembalikan ke masyarakat lagi," paparnya.

Setelah single ini diluncurkan, Isra mengaku akan segera merilis album baru Luna, meski hingga kini dia belum mau membeberkan judul album tersebut. "Judulnya belum bisa kita beri tahu karena albumnya belum rilis," tandasnya. (ANI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau