Diperiksa Lagi, Luna Akan Jadi Tahanan?

Kompas.com - 15/07/2010, 10:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Edward Aritonang, mengatakan, tersangka Luna Maya masih menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri terkait dua video asusila yang diduga melibatkan dirinya bersama kekasihnya, Nazriel Irham atau Ariel, sebagai pemain. Luna diperiksa lagi pada Rabu (14/5/2010).

"Masih ada pemeriksaan, untuk Luna," jawab Edward di Mabes Polri, Kamis (15/7/2010 ), ketika ditanya apakah Luna diperiksa hari ini.

Dikatakan pula oleh Edward, dalam pemeriksaan lanjutan kali ini penyidik Direktorat I Keamanan Transnasional Bareskrim Polri meminta keterangan tentang perbuatan asusila itu, contohnya mengenai waktu dan lokasinya. "Ada keterangan yang perlu dilengkapi, yang kami yakini mereka tahu informasi yang kami perlukan," ucapnya lagi. "Kan ada menyangkut tempat, suasana, di mana, banyak hal lah. Nanti perlu dilakukan pencocokan untuk lebih meyakinkan hakim manakala kasus ini bergulir di pengadilan. Kalau betul terjadi, di mana, kami kan perlu (perbuatan itu dilakukan) di mananya," sambungnya.

Ketika ditanya akankah Luna ditahan, Edward menjawab, "Sangat tergantung dengan pemeriksaan." Soal apakah hari ini Luna akan ditentukan menjadi tahanan atau tidak, ia berujar, "Ya, (pemeriksaan) itu bisa menentukan."

Diberitakan sebelumnya, Luna dan Cut Tari dijerat pasal 282 KUHP tentang asusila, Jo 55 KUHP tentang penyertaan, dan UU Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi. Namun, setelah ditetapkan menjadi tersangka, keduanya tidak langsung ditahan, berbeda dengan Ariel, yang langsung menjadi tahanan Bareskrim Mabes Polri. (SAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau