Hasil survei

YLKI: Tarif Transjakarta Masih Ideal

Kompas.com - 15/07/2010, 11:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai belum saatnya pemerintah menaikkan tarif reguler bus transjakarta. Tarif saat ini, Rp 3.500, dinilai masih ideal bagi para pengguna bus transjakarta.

Dari hasil survei YLKI terhadap 3.000 responden pengguna bus transjakarta di semua koridor, sebanyak 62,30 persen responden menyatakan tarif ideal adalah Rp 3.500.

"Maka, kami menilai bahwa rencana kenaikan tarif tersebut belum saatnya diterapkan," kata Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, dalam talkshow hasil studi tarif dan kepuasan pengguna bus transjakarta, di Jakarta Media Center, Jakarta Pusat, Kamis (15/7/2010).

Selain tarif reguler saat ini masih dirasa ideal bagi konsumen, Tulus mengatakan, alasan lainnya adalah belum adanya pelaksanaan standar pelayanan minimal (SPM) dari pengelola bus transjakarta dan dinas terkait.

"Karena itu, konsumen pun sekarang masih sulit mengukur atau mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan," ujarnya.

Dari hasil survei juga diketahui, kemampuan membayar (ability to pay) para pengguna bus transjakarta belum bisa mencapai jika tarif dinaikkan menjadi Rp 5.000. "Ability to pas pengguna bus transjakarta sekarang ini masih sekitar Rp 4.800," kata Tulus.

Lebih lanjut, dia mengatakan, seharusnya pemerintah, yakni dinas terkait, lebih dulu meningkatkan kualitas pelayanan, terutama mencakup aspek infrastruktur, sumber daya manusia, dan proses bisnis. Sementara itu, pelayanan yang paling perlu untuk ditingkatkan saat ini adalah waktu tunggu dan waktu tempuh dari halte ke halte, keselamatan, kenyamanan, sistem informasi, aksesibilitas, dan kebersihan.

"Untuk mengukur seberapa besar target perbaikan yang harus dilakukan dan kualitas pelayanannya harus seperti apa, penerapan standar pelayanan maksimal adalah cara yang paling efektif," kata Tulus Abadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau