JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Jakarta Barat, Djoko Ramadhan mengimbau agar kebijakan pembatasan kegiatan yang diterapkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kota Tua, diharapkan tidak sampai menghambat kreativitas warga sekitar kawasan Kota Tua.
"Saya meyakini kegiatan yang dilaksanakan oleh warga juga bermanfaat untuk memperkenalkan Kota Tua sebagai tujuan (destinasi) wisata unggulan di Jakarta," kata Djoko Ramadhan di Kantor Walikota Jakarta, Kamis (15/7/2010).
Lebih Lanjut Djoko menyatakan, tujuan warga sekitar kan baik, mereka melakukan itu karena merasa memiliki dan ingin Kota Tua lebih dikenal.
Dia berharap kegiatan yang murni dilakukan oleh warga, mestinya didukung dan diberikan kemudahaan dalam pelaksanaannya, karena warga juga memiliki tanggung jawab untuk merekondisi kawasan seperti sedia kala.
Terlebih kegiatan yang dilaksanakan warga juga memiliki nilai tambah untuk sumber pendapatan ekonomi warga sekitar dan bersifat temporer hanya satu kali dalam setahun.
"Baiknya kita berposisi sebagai regulasi bukan menghadang kegiatan-kegiatan yang positif. Bila warga lalai sepantasnya ditegur dan diarahkan ke aturan yang lebih baik," ujarnya.
Terkait penutupan wisata kuliner malam, Djoko berpendapat itu sewajarnya harus dilakukan karena yang berkembang kegiatan itu sudah melenceng jauh dari perencanaan dan kesepakatan awal.
Pihak pelaksana tidak mematuhi rambu-rambu yang sudah digariskan dan kegiatan itu seperti melegalisasi pedagang kaki lima (PKL) di dalam area terlarang.
"Kami sudah evaluasi, mereka tidak lagi melaksanakan kegiatan seperti yang direncanakan. Jadi, memutus perjanjian adalah solusinya," tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang