TEHERAN, KOMPAS.com - Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Iran menolak laporan yang mengatakan, Shahram Amiri, pakar nuklir Iran.
Amiri yang mengaku diculik Amerika Serikat tahun lalu bukan seorang ilmuwan nuklir, demikian dilaporkan Press TV, media televisi lokal hari Kamis (15/7/2010).
"Shahram Amiri bukanlah ilmuwan nuklir dan kami meralat pernyataan (yang mengatakan sebagai ahli nuklir)," kata Deputi Menteri Luar Negeri Iran Hassan Qashqavi kepada wartawan di bandara Mehrabad, Teheran.
"Dia hanya seorang peneliti di sebuah universitas di Iran," tambah Qashqavi.
Amiri, 32, dinyatakan hilang saat menunaikan ibadah haji di Arab Saudi Juni lalu. Saat tiba di Teheran Kamis pagi, Amiri mengatakan kepada wartawan bahwa ia diculik CIA.
Menurut Amiri, penculikan tersebut merupakan bagian dari kampanye AS untuk menambahkan tekanan politik terhadap Iran atas program nuklirnya.
Para ahli Iran mengatakan, Amiris hanyalah seorang peneliti biasa. "Dia tidak memiliki keahlian di bidang teknologi nuklir, atau pengetahuan dan akses ke situs-situs nuklir Iran," katanya.
"Saya tidak ada hubungannya dengan situs di Natanz dan Fordo," ujarnya Amiri menambahkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang