Gerakan Mahasiswa Mentawai Tolak Sawit

Kompas.com - 15/07/2010, 19:48 WIB

PADANG, KOMPAS.com — Sekitar 1.500 orang yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Mentawai, Kamis (15/7/2010), melakukan gerakan pengumpulan dana Rp 1.000 per mahasiswa sebagai dana kampanye penolakan penanaman kelapa sawit di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Ketua Forum Mahasiswa Mentawai Daudi Silvanus Satoko mengatakan, dana yang terkumpul akan dipergunakan mencetak pamflet dan stiker yang berisikan informasi mengenai dampak sesungguhnya dari rencana pembukaan perkebunan kelapa sawit.

Pasalnya, imbuh Daudi, informasi yang diterima oleh kebanyakan warga Mentawai saat ini hanya soal dampak positif berupa keuntungan yang bisa diperoleh jika lahan warga ditanami kelapa sawit. Seperti sebelumnya diwartakan Kompas, Bupati Kepulauan Mentawai telah menerbitkan izin lokasi guna pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit.

Berdasarkan data Badan Pertanahan Nasional Mentawai, total luas areal yang akan dipergunkan untuk kepentingan tersebut mencapai 73.500 hektar. Areal itu akan diberikan pada lima perusahaan dan meliputi seluruh kawasan kepulauan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau