Dua Kali Ledakan di Sayap Batavia

Kompas.com - 16/07/2010, 10:49 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com — Sejumlah penumpang pesawat Batavia Air yang melakukan pendaratan darurat di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, mengaku sempat mendengar ledakan dua kali pada mesin bagian kiri sayap pesawat.       "Semua penumpang panik ketika dua ledakan terjadi secara berturut-turut pada mesin sebelah kiri pesawat," ujar Hj Andranita (47), salah seorang penumpang pesawat darurat Batavia Air yang mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Kamis malam.       Dia menjelaskan, ledakan mesin pesawat yang terjadi dua kali di udara beberapa saat setelah pesawat lepas landas dengan jarak yang hampir berdekatan itu membuat para penumpang panik dengan tetap memakai sabuk pengaman.         Suara jeritan histeris penumpang pun langsung terdengar di dalam pesawat yang membawa penumpang sebanyak 186 orang dari Pekanbaru menuju Jakarta dengan nomor penerbangan BTV 562 itu.       Namun, pilot pesawat Captain Muhammad Arfan tidak langsung mendaratkan kembali pesawat, tetapi terbang memutar (holding) di wilayah udara Kota Pekanbaru dengan alasan ingin membuang avtur atau bahan bakar pesawat.       "Pilot bilang dia mau membuang avtur dulu di udara dan kondisi itu membuat penumpang panik. Padahal, ketika pesawat itu lepas landas, para penumpang telah merasakan kondisi oleng atau tidak seimbang," jelasnya.       Riandi (37), penumpang lainnya, mengaku setelah 15 menit pesawat mendarat dan berhenti sempurna, baru mobil menarik pesawat yang terhenti di landasan pacu ke area taxy way.       Namun sayangnya, tidak satu pun petugas Batavia yang mengarahkan para penumpang menuju ruang terminal atau memberikan bantuan kepada penumpang yang masih trauma.       "Kami hanya dibiarkan saja oleh petugas Batavia, sedangkan para petugas bandara hanya melihat kita dari kejauhan. Padahal, kondisi penumpang menderita trauma yang sangat mendalam," jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau