PEKANBARU, KOMPAS.com — Maskapai penerbangan Batavia Air mendatangkan pesawat pengganti untuk penumpang di Pekanbaru tujuan Jakarta, menyusul insiden kerusakan mesin pesawat yang seharusnya membawa mereka pada Kamis (15/7/2010) malam. "Penumpang yang mengalami insiden telah diberangkatkan dengan pesawat pengganti dari Jakarta," kata District Manager Batavia Air Zulkifli, di Pekanbaru, Jumat (16/7/2010). Ia menjelaskan, maskapai menyediakan pesawat pengganti jenis Boeing 737-400 dengan nomor penerbangan BTV 5641. Meski begitu, ia mengakui terjadi penundaan dari jadwal semula pukul 09.00 WIB menjadi 10.00 WIB karena pesawat pengganti terlambat datang dari Jakarta. Zulkifli membantah pihaknya tidak memberikan pelayanan maksimal kepada penumpang sebagai kompensasi akibat insiden kerusakan pesawat. Menurut dia, pihaknya memberikan uang pengganti kepada penumpang yang membatalkan penerbangan dengan Batavia sesuai dengan harga tiket yang berlaku. Selain itu, para penumpang juga mendapat uang biaya penginapan dan transportasi sebesar Rp 350.000 per orang untuk menginap semalam sambil menunggu pesawat pengganti tiba. "Kalau ada yang tidak menerima, hal itu relatif dan wajar saja," katanya. Ia mengatakan, dari 186 penumpang yang mengalami insiden di dalam pesawat Batavia, hanya 137 orang yang kembali menggunakan jasa maskapai tersebut. "Sisanya memilih menguangkan kembali tiket mereka," kata Sebelumnya, pesawat Batavia Air dengan nomor penerbangan BTV 562 rute Pekanbaru-Jakarta dengan membawa 186 orang penumpang terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Kamis (15/7/2010) pukul 20.30 WIB. Peristiwa itu terjadi menyusul meledaknya mesin jet yang terdapat pada bagian sayap kiri pesawat sebanyak dua kali sesaat setelah pesawat dengan jenis Airbus A320 itu lepas landas sekitar pukul 18.55 WIB.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang