BKPM: Kenaikan TDL Masih Wajar

Kompas.com - 16/07/2010, 20:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan menilai kenaikan tarif dasar listrik yang berkisar 10-15 persen masih dalam batas wajar. Menurut Gita, dampaknya tidak akan terlalu signifikan terhadap iklim investasi di Indonesia.

"Masih dalam batas wajar. Itu kan kisarannya 10-15 persen. Kepentingan saya adalah kenaikan tarif secara komersil masih feasible untuk investor yang ingin berinvestasi ke sektor pembangkit listrik," ungkapnya di kantor Menko Perekonomian, Jumat (16/7/2010).

Hanya saja, lanjutnya, dia tak akan mendukung kenaikan tarif yang tidak mendukung majunya sektor perindustrian. Gita mengatakan kenaikan tarif yang tak mendukung akan berakibat pada meningkatnya beban biaya secara luar biasa.

"Kalau industri tidak bisa jalan, itu tidak kondusif untuk penanaman modal di Indonesia. Tapi kalau industrinya bisa jalan, tetap positif bagi kepentingan kami untuk menarik modal dari luar negeri. Apalagi untuk siapapun yang mau membangun pembangkit listrik di Indonesia," tambahnya.

Rakor pemerintah dan instansi terkait memutuskan kenaikan tagihan listrik industri tak akan melebihi angka 18 persen. Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh mengatakan akan membuat revisi Peraturan Menteri untuk segera mengesahkan hasil rapat ini. Setidaknya, awal pekan depan, keputusan dapat mulai berlaku.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau