KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa, Ban Ki-moon, mengutuk serangan bom bunuh diri di sebuah masjid di Iran yang menewaskan 27 orang, Jumat (16/7/2010).
Farhan Haq, juru bicara PBB, mengatakan, Ban yang sedang di Madrid "mengutuk keras serangan bom bunuh diri di Zahedan, Iran."
Menurut dia, aksi terorisme yang tidak berperasaan ini sangat patut dicela. Kelompok Sunni Jundallah mengklaim bertanggung jawab atas pemboman itu dengan mengatakan, serangan tersebut dilakukan sebagai pembalasan atas penggantungan pemimpin mereka, Abdolmalek Rigi.
Serangan bom Kamis malam yang ditujukan pada anggota-anggota pasukan elit Iran itu terjadi di kawasan masjid Jamia di Zahedan tenggara, ibu kota provinsi Sistan-Baluchestan.
Para pelaku serangan bunuh diri itu meledakkan bom ketika massa sedang merayakan kelahiran Imam Hussein, cucu dari Nabi Muhammad, atau disebut juga Hari Wali.
Menurut Menteri Kesehatan Marziah Vahid Dastjerdi kepada kantor berita Mehr, serangan itu mencederai 270 orang dan 27 orang mati syahid. Disebutkan pula, 11 orang yang terluka dalam kondisi kritis.
Deputi Menteri Dalam Negeri Ali Abdollahi mengatakan, sejumlah anggota pasukan elit Garda Revolusi termasuk tewas dan terluka dalam serangan itu.
Provinsi Sistan-Baluchestan berbatasan dengan Pakistan. Pada Mei 2009, ledakan bom bunuh diri menewaskan 25 orang dan melukai lebih dari 120 dalam serangan di luar sebuah masjid di Zahedan.
Pada Oktober 2009, 40 orang yang mencakup 15 anggota pasukan elit Garda Revolusi tewas dalam serangan bom di provinsi tersebut. Itu merupakan serangan paling mematikan di Iran sejak 1980-an. Iran menggantung pemimpin Jundallah, Abdolmalek Rigi, bulan lalu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang