Sunni-syiah

Sekjen PBB Kutuk Bom Tewaskan 27 Orang

Kompas.com - 17/07/2010, 01:55 WIB

KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa, Ban Ki-moon, mengutuk serangan bom bunuh diri di sebuah masjid di Iran yang menewaskan 27 orang, Jumat (16/7/2010).

Farhan Haq, juru bicara PBB, mengatakan, Ban yang sedang di Madrid "mengutuk keras serangan bom bunuh diri di Zahedan, Iran."

Menurut dia, aksi terorisme yang tidak berperasaan ini sangat patut dicela. Kelompok Sunni Jundallah mengklaim bertanggung jawab atas pemboman itu dengan mengatakan, serangan tersebut dilakukan sebagai pembalasan atas penggantungan pemimpin mereka, Abdolmalek Rigi.

Serangan bom Kamis malam yang ditujukan pada anggota-anggota pasukan elit Iran itu terjadi di kawasan masjid Jamia di Zahedan tenggara, ibu kota provinsi Sistan-Baluchestan.

Para pelaku serangan bunuh diri itu meledakkan bom ketika massa sedang merayakan kelahiran Imam Hussein, cucu dari Nabi Muhammad, atau disebut juga Hari Wali.

Menurut Menteri Kesehatan Marziah Vahid Dastjerdi kepada kantor berita Mehr, serangan itu mencederai 270 orang dan 27 orang mati syahid. Disebutkan pula, 11 orang yang terluka dalam kondisi kritis.

Deputi Menteri Dalam Negeri Ali Abdollahi mengatakan, sejumlah anggota pasukan elit Garda Revolusi termasuk tewas dan terluka dalam serangan itu.

Provinsi Sistan-Baluchestan berbatasan dengan Pakistan. Pada Mei 2009, ledakan bom bunuh diri menewaskan 25 orang dan melukai lebih dari 120 dalam serangan di luar sebuah masjid di Zahedan.

Pada Oktober 2009, 40 orang yang mencakup 15 anggota pasukan elit Garda Revolusi tewas dalam serangan bom di provinsi tersebut. Itu merupakan serangan paling mematikan di Iran sejak 1980-an. Iran menggantung pemimpin Jundallah, Abdolmalek Rigi, bulan lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau