Konflik sudan

75 Tentara dan 300 Gerilyawan Tewas

Kompas.com - 18/07/2010, 03:18 WIB

KHARTOUM, KOMPAS.com - Sedikitnya 75 tentara dan lebih dari 300 gerilyawan Gerakan Keadilan dan Persamaan (JEM) tewas dalam bentrokan di Darfur dalam sepekan terakhir.

Jenderal Al-Tayeb Musbah Osman, komandan militer di wilayah barat Yaman yang dicabik perang, menyatakan, militer juga telah menangkap 86 gerilyawan JEM. Dalam pernyataan yang diterima kantor berita SUNA, pihak militer tidak biasanya mengakui jumlah korban besar di pihaknya.

Menurut JEM, mereka telah terperangkap dalam pertempuran baru dengan militer pada Selasa atau sehari setelah Pengadilan Kriminal Internasinoal (ICC) mendakwa Presiden Sudan Omar Hassan al-Bashir melakukan genosida di Darfur.

Pada Maret 2009, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Bashir yang didakwa melakukan kejahatan perang dan kemanusiaan berkaitan dengan konflik Darfur itu.

JEM, kelompok pemberontak Darfur bersenjata, menolak ikut dalam pembicaraan damai di ibukota Qatar, Doha.

Kelompok pemberontak besar lainnya, Tentara Pembebasan Sudan (SLA) faksi Abdelwahid Nur, juga memboikot pembicaraan itu.

Mantan pemberontak wilayah selatan, Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan (SPLM), Rabu, menawarkan diri untuk menengahi konflik antara pemerintah Khartoum dan kedua kelompok tersebut dalam upaya memecahkan kebuntuan.

Utusan khusus Pemerintah Amerika Serikat, Scott Gration, berada di Khartoum, Sabtu, membahas upaya mendorong proses perdamaian dengan para pejabat PBB dan Uni Afrika serta diplomat lainnya.

Darfur, wilayah kering sebesar Prancis, telah dilanda perang saudara sejak kelompok pemberontak etnik minoritas bangkit melawan pemerintah yang didominasi Arab pada 2003.

Sekitar 300.000 orang tewas dan 2,7 juta orang lainnya meninggalkan rumah-rumah mereka. Perkiraan PBB itu berbeda dengan versi Khartoum yang mencatat korban tewas hanya mencapai 10.000 orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau