Libanon-Suriah Sepakati 17 Perjanjian

Kompas.com - 19/07/2010, 11:16 WIB

DAMASKUS, KOMPAS.com — Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad, Minggu, saat pejabat-pejabat kedua negara itu menandatangani serangkaian perjanjian kerja sama.

Pada saat kunjungan ketiga Hariri ke negara yang pernah ia salahkan karena pembunuhan terhadap ayahnya tahun 2005 itu, menteri-menteri Lebanon dan Suriah menandatangani 17 perjanjian yang mencakup pengadilan, pariwisata, pendidikan, dan pertanian. "Kami juga akan terus melakukan tindakan untuk mengawasi perbatasan guna memerangi perdagangan gelap dan semua tindakan tidak sah," kata Hariri dalam konferensi pers bersama setelah pembicaraan dengan rekannya dari Suriah, Muhammad Naji Otri dan Bashar al-Assad.

Hariri mengatakan kepada wartawan bahwa hubungannya dengan pemimpin Suriah itu demi kepentingan kedua negara yang menghadapi musuh bersama. "Selama pertemuan kami, hubungan bersahabat telah dibangun antara presiden Suriah dan saya sendiri, sesuatu yang akan memperkuat hubungan warga Lebanon dan Suriah," tuturnya.

Sebelumnya, Menlu Suriah Walid Muallem mengatakan kepada wartawan bahwa Pengadilan Khusus PBB untuk Lebanon yang menyelidiki pembunuhan ayah Hariri, mantan perdana menteri Rafiq Hariri, adalah "urusan Lebanon". "Jika bukti tidak dapat dibantah bahwa seorang warga Suriah telah terlibat, orang itu kemudian akan diadili di Suriah karena pengkhianatan besar," kata Muallem.

Satu komisi penyelidikan PBB mengatakan, ada bukti yang terkumpul bahwa dinas intelijen Suriah dan Libanon telah terlibat dalam pembunuhan Hariri, tetapi Damaskus secara konsisten membantah keterlibatannya. Pembunuhan itu telah memaksa penarikan tentara Suriah dari Lebanon setelah kehadirannya selama 29 tahun.

Dalam kunjungan pada Desember tahun lalu, kunjungan pertamanya sejak pembunuhan ayahnya, Hariri menyerukan adanya hubungan yang istimewa, sungguh-sungguh, dan jujur demi kepentingan kedua negara.

Hariri dan sekutu-sekutu politiknya, yang didukung Barat dan Arab Saudi, memenangkan sebagian besar kursi di parlemen pada Juni 2009. Ia menang tipis atas aliansi yang dipimpin kelompok Syiah Hizbullah yang didukung Suriah. Kedua blok itu sekarang membagi kekuasaan dalam pemerintah persatuan nasional Libanon.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau