Kebutuhan pokok

Presiden: Pengusaha Jangan Korbankan Rakyat

Kompas.com - 19/07/2010, 11:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada rapat kabinet terbatas bidang ekonomi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/7/2010), meminta agar jangan ada pengusaha yang memanfaatkan momen kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dengan melipatgandakan harga.

"Mari lindungi konsumen ekonomi lemah. Jangan ada perusahaan yang mampang-mumpung menaikkan harga dengan melipatgandakan harga. Ini tanggung jawab yang tidak baik," ujar Presiden di hadapan para menteri bidang ekonomi.

Presiden juga meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa untuk mencari solusi atas masalah ini. Presiden menegaskan, dia tak segan-segan memberikan peringatan kepada para pengusaha nakal yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

Pada kesempatan tersebut, SBY kembali menegaskan agar para pimpinan kementerian tidak serta merta meningkatkan pengeluaran seiring dengan meningkatkan anggaran pendapatan dan belanja negara setiap tahunnya. "Itu tidak sehat," ujar Presiden.

Kenaikan APBN sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang dapat meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan dan pengurangan pengangguran. Hal ini, sambung Presiden, juga akan disampaikan kepada para gubernur dan bupati/wali kota seluruh Indonesia pada rapat bulan Agustus mendatang. "Ke depan saya pastikan gubernur dan bupati/wali kota memahami tentang struktur APBD," katanya.

Para menteri juga diminta untuk membatasi sumber pembiayaan baru dan mencari peluang hibah dan debt swap. Presiden kemudian mencontohkan soal keberhasilan Indonesia mendapatkan hibah sebesar 1 miliar dollar AS dari Norwegia, beberapa bulan lalu. Hibah diperuntukkan untuk hal-hal yang berkaitan dengan penanganan perubahan iklim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau