JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada rapat kabinet terbatas bidang ekonomi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/7/2010), meminta agar jangan ada pengusaha yang memanfaatkan momen kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dengan melipatgandakan harga.
"Mari lindungi konsumen ekonomi lemah. Jangan ada perusahaan yang mampang-mumpung menaikkan harga dengan melipatgandakan harga. Ini tanggung jawab yang tidak baik," ujar Presiden di hadapan para menteri bidang ekonomi.
Presiden juga meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa untuk mencari solusi atas masalah ini. Presiden menegaskan, dia tak segan-segan memberikan peringatan kepada para pengusaha nakal yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.
Pada kesempatan tersebut, SBY kembali menegaskan agar para pimpinan kementerian tidak serta merta meningkatkan pengeluaran seiring dengan meningkatkan anggaran pendapatan dan belanja negara setiap tahunnya. "Itu tidak sehat," ujar Presiden.
Kenaikan APBN sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang dapat meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan dan pengurangan pengangguran. Hal ini, sambung Presiden, juga akan disampaikan kepada para gubernur dan bupati/wali kota seluruh Indonesia pada rapat bulan Agustus mendatang. "Ke depan saya pastikan gubernur dan bupati/wali kota memahami tentang struktur APBD," katanya.
Para menteri juga diminta untuk membatasi sumber pembiayaan baru dan mencari peluang hibah dan debt swap. Presiden kemudian mencontohkan soal keberhasilan Indonesia mendapatkan hibah sebesar 1 miliar dollar AS dari Norwegia, beberapa bulan lalu. Hibah diperuntukkan untuk hal-hal yang berkaitan dengan penanganan perubahan iklim.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang