Penumpang Batavia Air Panik di Udara

Kompas.com - 19/07/2010, 12:35 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com — Penumpang pesawat Batavia Air dengan rute penerbangan Jakarta-Pontianak, Senin (19/7/2010), panik ketika mengetahui pesawat harus kembali (return to base) ke Bandara Soekarno-Hatta setelah menempuh perjalanan 30 menit menuju Bandara Supadio, Pontianak.      "Begitu ada informasi dari kru pesawat yang menyampaikan ada kerusakan mesin pada pesawat, dan para penumpang diminta tenang, saya dan keluarga menjadi panik," kata seorang penumpang pesawat tersebut, Muhammad Fauzi, ketika dihubungi di Jakarta, Senin.      Ia menjelaskan, seluruh badannya terasa gemetar karena mengalami shock begitu mengetahui pesawat mengalami kerusakan. Apalagi kru pesawat memutuskan pesawat harus kembali ke Bandara Soekarno-Hatta.      "Saya sempat berpikiran apakah ajal saya dan keluarga sampai di sini," kata Fauzi yang juga anggota DPRD Kota Pontianak.      Menurut dia, pada saat kru pesawat memutuskan kembali ke Bandara Soekarno-Hatta, kondisi terbang pesawat tampak tidak normal karena ada gangguan kerusakan mesin tersebut.      "Syukur sewaktu pendaratan mulus sehingga saya dan keluarga selamat sampai di Bandara Soekarno-Hatta," ujarnya.      Sementara itu, Kepala Perwakilan PT Metro Batavia Air Kalimantan Barat Yunan Ismal membenarkan bahwa pesawat Batavia dengan nomor penerbangan Y6-203 mengalami kerusakan mesin sehingga diputuskan kembali ke bandara asal pada pukul 10.00 WIB.      "Saya tidak mengetahui secara pasti mesin bagian mana yang mengalami kerusakan itu," katanya. Penumpang dari Jakarta tujuan Pontianak akan dialihkan dan melanjutkan perjalanannya ke Pontianak menumpang pesawat lain, sekitar pukul 13.00, kata Yunan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau