Ingin Bisnis Ramadhan? Siapkan Mulai Sekarang!

Kompas.com - 19/07/2010, 15:15 WIB

KOMPAS.com - Lonjakan omzet bisnis selama bulan Ramadhan bisa mencapai dua kali lipat, bahkan lebih. Syaratnya, Anda perlu jeli melihat peluang dan membaca perubahan gaya hidup masyarakat.

Lyra Puspa, pendiri lembaga mentoring bisnis UKM, Pillar, menyebutkan sejumlah bisnis yang potensial digarap menjelang Ramadhan bahkan hingga sesudah Idul Fitri.

"Peluang pasar terbuka luas karena adanya perubahan gaya hidup selama Ramadhan dan Idul Fitri. Baik kebiasaan sahur, buka puasa, kegiatan ibadah, dan silaturahmi yang lebih intens. Apalagi konsumen Indonesia memiliki ciri khas lebaran, yakni mudik. Jadi sebaiknya mulai tentukan jenis bisnis apa yang bisa Anda jalankan dengan mengenali pasar yang menjadi sasaran," jelas Lyra, dalam talkshow bertema "Peluang Bisnis Bulan Ramadhan" yang diadakan Majalah Sekar, di Gedung Gramedia Majalah, Jakarta, Sabtu (17/7/2010) lalu.

Lyra membagi peluang bisnis Ramadhan dalam empat segmen sesuai aktivitas selama bulan puasa:
1. Sahur dan buka puasa
Lihat dengan jeli pasar yang potensial sebelum menjajakan produk Anda. Untuk sahur dan puasa, makanan basah menjadi produk andalannya. Jika ingin mengambil momen sahur, pastikan Anda memiliki pasar yang jelas. Misalnya, katering sahur untuk mahasiswa yang tinggal di kos. Begitupun dengan buka puasa, katering hidangan berbuka untuk pekerja kantoran, misalnya. Jika Anda memiliki jaringan dan pasar yang jelas di segmen ini, katering sahur atau berbuka puasa bisa menghasilkan.

Produk lain yang juga terbuka pasarnya adalah jajanan buka puasa. Coba saja perhatikan berapa banyak pedagang dadakan membuka lapak di setiap sudut perumahan atau area tertentu yang strategis. Dari jumlah penduduk Indonesia yang 230 juta jiwa, 80 persennya adalah muslim. Tandanya, waktu berbuka yang serempak di waktu senja membuka peluang bisnis makanan atau minuman pembuka puasa atau ta'jil. Pilihan produknya seperti es kelapa muda, kolak, kurma, kue basah, gorengan, sop buah, dan lainnya.

Selain makanan sahur dan buka puasa, peluang bisnis Ramadhan juga bisa fokus pada kebutuhan menjelang Idul Fitri. Menjual ketupat matang menjelang lebaran atau kulit ketupat bisa menjadi pilihan bisnis lainnya sepanjang bulan puasa.

"Kebanyakan keluarga muda, terutama yang bekerja, lebih memilih membeli ketupat jadi daripada harus memasaknya sendiri. Ini bisa menjadi peluang," kata Lyra.

2. Aktivitas ibadah Ramadhan
Ramadhan menjadi bulan penuh berkah bagi umat muslim dan kesempatan meningkatkan kualitas ibadah. Peralatan ibadah seperti  mukena, sarung, sajadah, tasbih, Al-Quran, buku, atau CD/VCD Islami menjadi kebutuhan.

Bagi Anda yang memang memiliki bisnis pada segmen ini, bulan Ramadhan waktunya untuk mengembangkan bisnis. Bagi pebisnis pemula, saatnya memasarkan produk dan mengenalkannya lebih gencar karena momennya sangat tepat.

"Bisnis selama Ramadhan itu halal sepanjang produknya halal dan tidak lantas menganggu aktivitas ibadah. Termasuk bisnis menyediakan berbagai keperluan ibadah," jelas Lyra.

3. Aktivitas silaturahmi
Ramadhan dan lebaran juga identik dengan berbagai pertemuan sebagai bagian silaturahmi. Buka puasa bersama atau saling memberikan bingkisan menjadi gaya hidup yang muncul setahun sekali sepanjang Ramadhan dan Idul Fitri.

Busana muslim, tas, sepatu, dan aksesori menjadi kebutuhan khas menjelang lebaran. Parsel, kue kering, dan kartu lebaran, menjadi produk pilihan lain yang identik dengan Idul Fitri. Belum lagi cake atau bahkan jasa kurir pengantar parsel, juga bisa menjadi ide bisnis. Dibutuhkan kreativitas untuk jeli memasarkan produk memenuhi kebutuhan ini.

4. Tradisi mudik lebaran

Kebiasaan masyarakat mudik menjelang lebaran juga bisa menjadi peluang bisnis. Jasa jual atau sewa kendaraan adalah yang paling kentara, selain travel dan tiket. Bahkan perubahan kebiasaan dari mudik menjadi tidak mudik pun bisa membuka peluang bisnis, seperti penyalur PRT atau infal lebaran, laundry kiloan hingga cleaning service rumah atau apartemen.

"Katering lebaran juga menjadi tren setahun belakangan. Biasanya suplai H -1 atau hari H saat lebaran. Sebab banyak keluarga yang tak sempat memasak, dan memilih untuk membayar katering lebaran," kata Lyra.

Jika sudah terbayang produk yang akan dipasarkan sesuai potensi pasarnya, segeralah memulai dari sekarang, tiga minggu menjelang Ramadhan.

"Untuk memilih jenis bisnis bukan hanya didasarkan karena rasa suka atau hobi dengan produknya saja. Namun perlu melihat potensi pasarnya," tandas Lyra.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau