JAKARTA, KOMPAS.com — Pengunduran diri Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia Eddy Porwanto tidak akan berpengaruh terhadap proses penawaran saham perdana BUMN penerbangan tersebut.
Penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) Garuda telah ditetapkan pada akhir kuartal ketiga atau awal kuartal keempat 2010.
"Rencana IPO telah ditetapkan dan tidak akan terpengaruh dari pengunduran beliau (Eddy Porwanto)," kata Emirsyah saat dihubungi wartawan dari gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (19/7/2010).
Menurutnya, proses IPO Garuda telah tersistem dengan baik sehingga tidak akan berpengaruh banyak.
Saat ini Garuda telah memiliki orang yang menangani IPO, yaitu Excecutive Manager IPO Garuda Handrito Hardjono.
"Semuanya telah disiapkan dan ditata dengan baik sehingga tidak ada masalah lagi," tandasnya.
Menurut Emirsyah, pihaknya saat ini sedang menyeleksi lebih dari dua perusahaan penjamin emisi untuk diseleksi menjadi under writter IPO Garuda.
Untuk posisi pelaksana tugas direktur keuangan sendiri, Emir mengatakan bahwa penggantinya akan secepatnya ditentukan. Hal tersebut sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Garuda Indonesia.
"Akan dirangkap oleh salah satu direksi, tetapi bukan saya," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang