JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan harga cabai merah mulai turun hari ini, Senin (19/7/2010), melalui pemantauan di sejumlah pasar.
Menurut Mari, penurunan terjadi karena adanya peningkatan produksi dan penyesuaian harga. "Kita lihat sudah ada peningkatan produksi karena panen maupun penyesuaian dari harga tinggi maupun harga rendah. Pihak dari pasar induk, harga cabai sudah ada kecenderungan turun," ungkapnya dalam keterangan pers di kantor kementerian, Senin sore.
Di Pasar Induk Kramat Jati, ungkapnya, harga semua jenis cabai turun Rp 1000-5000 setiap kilogramnya. Namun, menurut Mari, harga cabai masih akan mengalami fluktuasi hingga Lebaran tiba.
"Akan ada naik turun sampai Lebaran tapi kecenderungannya turun. Ini saya kira karena ada peningkatan produksi kembali. Tadi asosiasi petani dan pedagang cabe menggarisbawahi ini faktor cuaca dan kita belum bisa perkirakan," katanya. "Ini lonjakan sesaat saja," tambahnya lagi.
Mari mengatakan pada bulan Juli harga cabai merangkak naik karena keterbatasan stok akibat faktor cuaca. Menurut kementerian, cabai merah sempat mengalami defisit 4426 ton.
Ke depannya, Pemerintah masih memperkirakan hujan tak menentu akan terus berlangsung sampai Agustus. "Yang harus kita waspadai menjamin tidak ada gangguan logistik karena cuaca," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang