Polisi Usut Pesta Miras Hingga Tewas

Kompas.com - 19/07/2010, 20:51 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com - Jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kediri, Jawa Timur, masih menyelidiki kasus pesta minuman keras yang mengakibatkan seorang tewas.

"Kami masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Kami masih mengumpulkan beberapa saksi yang mengetahui kejadian tersebut," kata Kepala Satuan Reserse dan Narkoba Polresta Kediri, AKP Sudadi di Kediri, Senin (19/7/2010).

Ia mengaku, saat ini masih melakukan pendekatan kepada pihak keluarga. Hal itu disebabkan, pihak keluarga enggan untuk mengungkapkan kasus tersebut.

"Kami masih melakukan pendekatan kepada keluarga. Mereka enggan untuk mengungkapkan kasus ini," katanya mengungkapkan.

Korban meninggal dunia sesaat setelah dibawa ke rumah sakit. Korban terpaksa dibawa ke Rumah Sakit Baptis Kediri, pada Senin pagi karena tubuhnya lemas.

Kepala Instalasi Rawat Darurat RS Baptis Kediri dr Wahyu Yulianto, mengatakan kondisi tubuh korban tidak dapat bertahan.

Korban meninggal dunia akibat gangguan metabolisme tubuh atau asidosis. "Korban meninggal karena terjadi gangguan metabolisme di tubuhnya," katanya.

Ia mengatakan, saat korban dibawa ke rumah sakit, kondisinya sudah mengkhawatirkan. Tubuhnya lemas, yang diserta dengan sesak nafas, dan mengeluarkan banyak cairan akibat muntahan.

Pihak keluarga mengatakan sebelum kejadian ini korban telah minum sejenis minuman keras pada Sabtu malam dan tidak sadar mulai Minggu hingga senin pagi.

Pihaknya juga mengaku sudah berupaya maksimal untuk menyelamatkan nyawa korban. Sayangnya, racun yang ada di dalam tubuhnya sudah terlalu menyebar, sehingga mempengaruhi fungsi organ-organ penting dalam tubuh, hingga korban meninggal dunia.

Beberapa keluarga korban yang ditemui enggan untuk memberi keterangan penyebab meninggalnya korban. Mereka memang cenderung menutupi, bahkan menolak untuk dimintai konfirmasi.

Namun, beberapa tetangga mengaku sebelum kejadian ini mereka sempat mengetahui jika korban sedang mengadakan pesta minuman keras dengan dua orang temannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau