KEDIRI, KOMPAS.com - Jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kediri, Jawa Timur, masih menyelidiki kasus pesta minuman keras yang mengakibatkan seorang tewas.
"Kami masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Kami masih mengumpulkan beberapa saksi yang mengetahui kejadian tersebut," kata Kepala Satuan Reserse dan Narkoba Polresta Kediri, AKP Sudadi di Kediri, Senin (19/7/2010).
Ia mengaku, saat ini masih melakukan pendekatan kepada pihak keluarga. Hal itu disebabkan, pihak keluarga enggan untuk mengungkapkan kasus tersebut.
"Kami masih melakukan pendekatan kepada keluarga. Mereka enggan untuk mengungkapkan kasus ini," katanya mengungkapkan.
Korban meninggal dunia sesaat setelah dibawa ke rumah sakit. Korban terpaksa dibawa ke Rumah Sakit Baptis Kediri, pada Senin pagi karena tubuhnya lemas.
Kepala Instalasi Rawat Darurat RS Baptis Kediri dr Wahyu Yulianto, mengatakan kondisi tubuh korban tidak dapat bertahan.
Korban meninggal dunia akibat gangguan metabolisme tubuh atau asidosis. "Korban meninggal karena terjadi gangguan metabolisme di tubuhnya," katanya.
Ia mengatakan, saat korban dibawa ke rumah sakit, kondisinya sudah mengkhawatirkan. Tubuhnya lemas, yang diserta dengan sesak nafas, dan mengeluarkan banyak cairan akibat muntahan.
Pihak keluarga mengatakan sebelum kejadian ini korban telah minum sejenis minuman keras pada Sabtu malam dan tidak sadar mulai Minggu hingga senin pagi.
Pihaknya juga mengaku sudah berupaya maksimal untuk menyelamatkan nyawa korban. Sayangnya, racun yang ada di dalam tubuhnya sudah terlalu menyebar, sehingga mempengaruhi fungsi organ-organ penting dalam tubuh, hingga korban meninggal dunia.
Beberapa keluarga korban yang ditemui enggan untuk memberi keterangan penyebab meninggalnya korban. Mereka memang cenderung menutupi, bahkan menolak untuk dimintai konfirmasi.
Namun, beberapa tetangga mengaku sebelum kejadian ini mereka sempat mengetahui jika korban sedang mengadakan pesta minuman keras dengan dua orang temannya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang