PALEMBANG, KOMPAS.com - Penanganan Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) di Sumatera Selatan belum optimal dan tidak fokus sehingga tidak menunjukkan hasil yang signifikan dalam mencetak atlet berprestasi.
"Kurang maksimal dalam membina dan mencetak atlet, karena terlalu banyak cabang olahraga sehingga tidak fokus," kata Wakil Ketua II Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Dhenie Zainal di Palembang, Selasa (20/7/2010).
Dia mencontohkan, Singapore Sports School hanya membina sembilan cabang olahraga dan dilakukan secara berkesinambungan dan tidak pernah putus selama bertahun-tahun. "Kita berbeda, tergantung dengan siswanya. Jika yang banyak atlet cabang olahraga tertentu maka cabang olahraga itu yang akan dibina, tapi jika tidak ada di tahun berikutnya maka akan dihapuskan," katanya.
Artinya, kata Dhenie, pembinaan yang dilakukan selama bertahun-tahun akan sia-sia belaka karena akan terputus di tahun berikutnya. Ia sendiri pernah melakukan kunjungan ke Singapore Sports School beberapa waktu lalu.
Selain itu, lanjut Dhenie, fasilitas di SONS sangat jauh dari memadai dalam hal menampung keinginan siswa meningkatkan prestasinya. Venue-venue yang tersedia di situ masih sangat minimal dan terkesan seadanya.
"Harus ditambah lagi jika memang benar-benar ingin mencetak atlet berprestasi," ujar dia.
Dhenie mengungkapkan, akar permasalahannya selama ini adalah terletak pada pengelolaan yang diambil alih oleh tiga instansi sekaligus, yakni Dinas Pendidikan Nasional, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Komite Olahraga Nasional Indonesia Sumatera Selatan. Menurutnya, SONS sebaiknya dipercayakan pada satu intansi sehingga dapat bertanggung jawab penuh dan bekerja secara optimal.
"Seharusnya serahkan saja ke Dispora, dengan begitu tidak ada tumpang tindih tanggung jawab. Artinya, hasil kinerja Dispora dapat dijadikan indikator dan bahan evaluasi. Jika banyak instansi maka semua akan lepas tanggung jawab," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang