Pemain asing berdarah indonesia

Kontrak Pemain Minimal Tiga Tahun

Kompas.com - 20/07/2010, 17:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Niat PSSI untuk meminang beberapa pemain asing berdarah Indonesia untuk dimasukan dalam skuad timnas "Merah Putih" saat ini sedang dalam proses. Menurut Sekertaris Jendral PSSI Noegraha Besoes, pihaknya tengah mengadakan pembicaraan dengan beberapa pemain keturunan Indonesia yang bemain di timnas ataupun klub asing.

Besoes menambahkan, usaha ini diharapkan tidak berlangsung singkat karena apabila terlaksana pemain-pemain naturalisasi ini akan dikontrak minimal tiga tahun.

"Saya sudah melakukan pembicaraan, memang ada beberapa pemain yang akan kami naturalisasikan. Kami berharap pemain-pemain ini minimal dikontrak tiga tahun untuk bermain di Indonesia. Jadi paling tidak usia mereka saat ini maksimal harus 25-26 tahun untuk senior dan 18-21 tahun untuk jangka panjang," ungkap Besoes di Jakarta, Selasa (20/7/2010).

Mengenai siapa saja nama calon pemain naturalisasi tersebut, Besoes masih enggan menyebutkanya. "Saya, Imam (Ketua Badan Timnas Nasional), dan Alfred Riedl (Pelatih Timnas) masih akan meneliti pemain mana saja yang akan dinaturalisasi. Paling tidak akhir bulan ini (31 Juli 2010) baru ada kepastian," kata Besoes.

Menurutnya agenda naturalisasi pemain ini sebelumnya telah diagendakan PSSI sejak jauh-jauh hari. Untuk itu, PSSI juga mengharapkan dukungan dari semua pihak, termasuk Depatemen Hukum dan Keamanan dalam hal kewarganegaraan pemain.

Apalagi beberapa diantaranya diharapkan sudah dapat memperkuat timnas di Piala AFF. "Naturalisasi ini bukan sekedar naturalisasi, tapi juga untuk meningkatkan prestasi sepakbola Indonesia. Jadi saya berharap ada kemudahan untuk hal itu," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau