JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah relawan pendukung Soetarti (79) dan Roesmini (80), dua janda pejuang yang bersengketa dengan Perum Pegadaian, menggelar acara doa bersama pada Selasa (20/7/2010). Acara doa bersama digelar terkait Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang akan menjatuhkan putusan terhadap keduanya pada Selasa (27/7/2010).
Terlihat ratusan relawan pendukung dua janda pejuang dari Pemuda Panca Marga, Laskar Merah Putih, dan Dibo Piss menghadiri acara yang digelar di rumah Soegito di Jalan Cipinang Jaya II B, Jakarta Timur. Soegito merupakan salah seorang pejuang yang juga memiliki sengketa rumah dinas dengan Perum Pegadaian.
Menurut Sambodo Agung Nugroho, putra dari Soetarti, acara ini dimaksudkan untuk memberi dukungan moral kepada kedua janda pejuang ini agar tetap tegar dalam menghadapi putusan pengadilan. "Kami juga berdoa dan mengharapkan agar majelis hakim tidak menunda-nunda keputusan," kata dia.
Seharusnya, kata Sambodo, sidang putusan terhadap Soetarti dan Roesmini digelar hari ini. Namun, pada sidang pekan lalu, majelis hakim menunda sidang menjadi pekan depan. "Kami curiga ada permainan dalam penundaan ini," kata dia.
Sambodo menambahkan, acara doa bersama ini tidak hanya ditujukan kepada Soetarti dan Rusmini, tetapi juga memberi dukungan kepada Soegito yang saat ini masih terkulai lemah karena sakit stroke.
Acara doa bersama ini diawali dengan kata sambutan dari perwakilan relawan-relawan yang mendukung kedua janda pejuang tersebut. Seusai melantunkan doa-doa selama sekitar 30 menit, ratusan relawan dan simpatisan Soetarti dan Rusmini ini membubarkan diri dengan tertib.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang