Kasus sengketa rumah dinas

Jelang Vonis, Dua Janda Pahlawan Berdoa

Kompas.com - 20/07/2010, 18:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah relawan pendukung Soetarti (79) dan Roesmini (80), dua janda pejuang yang bersengketa dengan Perum Pegadaian, menggelar acara doa bersama pada Selasa (20/7/2010). Acara doa bersama digelar terkait Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang akan menjatuhkan putusan terhadap keduanya pada Selasa (27/7/2010).

Terlihat ratusan relawan pendukung dua janda pejuang dari Pemuda Panca Marga, Laskar Merah Putih, dan Dibo Piss menghadiri acara yang digelar di rumah Soegito di Jalan Cipinang Jaya II B, Jakarta Timur. Soegito merupakan salah seorang pejuang yang juga memiliki sengketa rumah dinas dengan Perum Pegadaian.

Menurut Sambodo Agung Nugroho, putra dari Soetarti, acara ini dimaksudkan untuk memberi dukungan moral kepada kedua janda pejuang ini agar tetap tegar dalam menghadapi putusan pengadilan. "Kami juga berdoa dan mengharapkan agar majelis hakim tidak menunda-nunda keputusan," kata dia.

Seharusnya, kata Sambodo, sidang putusan terhadap Soetarti dan Roesmini digelar hari ini. Namun, pada sidang pekan lalu, majelis hakim menunda sidang menjadi pekan depan. "Kami curiga ada permainan dalam penundaan ini," kata dia.

Sambodo menambahkan, acara doa bersama ini tidak hanya ditujukan kepada Soetarti dan Rusmini, tetapi juga memberi dukungan kepada Soegito yang saat ini masih terkulai lemah karena sakit stroke.

Acara doa bersama ini diawali dengan kata sambutan dari perwakilan relawan-relawan yang mendukung kedua janda pejuang tersebut. Seusai melantunkan doa-doa selama sekitar 30 menit, ratusan relawan dan simpatisan Soetarti dan Rusmini ini membubarkan diri dengan tertib.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau