Sepak bola

Vuvuzela Dilarang di Stadion

Kompas.com - 21/07/2010, 04:26 WIB

London, Selasa - Dua klub kota London, Inggris—Tottenham Hotspurs dan Arsenal— melarang suporter untuk membawa dan membunyikan vuvuzela di stadion. Vuvuzela dilarang karena pihak manajemen klub meyakini, benda berbentuk te- rompet dari plastik itu dapat merusak atmosfer suporter di stadion dan berpotensi mengganggu keamanan.

Tottenham Hotspur, Senin (19/7), menjadi klub pertama Liga Primer Inggris yang resmi melarang kehadiran vuvuzela dari stadionnya. Alat tiup yang begitu terkenal pada ajang Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan itu dinilai sangat mengganggu. Suaranya dianggap sangat menyengat telinga.

Alasan yang digunakan Tottenham adalah demi menjaga kepentingan publik karena suara dari vuvuzela tersebut dianggap dapat menenggelamkan pengumuman keselamatan darurat.

”Setelah mendiskusikan masalah ini dengan polisi dan sejumlah perwakilan otoritas lokal, klub tak akan mengizinkan vuvuzela atau instrumen sejenis masuk ke White Hart Lane pada saat pertandingan,” demikian bunyi pernyataan resmi Tottenham.

”Kami prihatin kehadiran dari instrumen tersebut bisa membahayakan keselamatan publik serta dapat berpengaruh juga pada kemampuan seluruh suporter untuk mendengar adanya pengumuman keselamatan darurat.”

”Kami sangat bangga terhadap atmosfer luar biasa yang ditunjukkan para suporter secara orisinal di White Hart Lane. Akan tetapi, kami semua juga sangat ingin menatap ke depan dengan melanjutkan larangan ini untuk musim mendatang,” tulis manajemen Tottenham.

Langkah manajemen Tottenham itu diikuti klub London lainnya, Arsenal, Selasa. Dalam pernyataan resmi di situs klub, pihak manajemen klub Arsenal juga mengemukakan alasan yang hampir sama dengan manajemen klub Tottenham.

”Keputusan ini sudah diambil dengan alasan yang kuat. Kami ingin menjamin suporter di Stadion Emirates tetap nyaman menyaksikan pertandingan serta terjamin keselamatannya,” demikian pernyataan klub.

(AFP/AP/OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau