Laporan keuangan bakrie

UNSP Beberkan Aliran Dana di BACA

Kompas.com - 21/07/2010, 10:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP) akhirnya membeberkan aliran dananya di PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) selama kuartal I lalu. Dalam keterangannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Sekretaris Perusahaan UNSP Fitri Barnas, menjelaskan, dana terbesar mengalir ke rekening Indo Green International BV senilai Rp 1,24 triliun.

Indo Green adalah perusahaan patungan 10 lembaga investasi yang berdiri pada 2008. Dari kebutuhan modal awal 110 juta dollar AS, UNSP menyumbang 30 juta dollar AS. Alhasil, di perusahaan yang menggarap proyek sawit seluas 50.000 hektare di Kalimantan ini, UNSP memiliki 31 persen saham.

Semula, investor lain, yang menyetor modal 80 juta dollar AS, menguasai 69 persen saham yang tersisa. Namun, setelah masuknya dana hasil rights issue yang semula ditempatkan di BACA, UNSP kini menjadi pemilik terbesar Indo Green.

Selain untuk membiayai akuisisi Indo Green, UNSP juga memakai dana yang semula tersimpan di BACA untuk membayar uang muka pembelian Domba Mas sebesar Rp 935 miliar. Kepada KONTAN, Direktur Keuangan UNSP Harry M. Nadir mengatakan, total kebutuhan untuk akuisisi Domba Mas mencapai sekitar Rp 2 triliun. "Kebutuhan kami untuk Domba Mas sampai akhir tahun ini sekitar Rp 1,5 triliun," jelas dia, kemarin (20/7/2010).

UNSP juga memakai dana tadi untuk melunasi akuisisi aset Julang Oka Permana (perkebunan sawit) sebesar Rp 250 miliar, PT Citralaras Cipta Indonesia (perkebunan karet) Rp 135 miliar, dan Montan Intan Barakat (perkebunan sawit) Rp 275 miliar. Ketiga akuisisi ini baru kelar 16 Juli.

Sisa dana di BACA juga mengalir ke rekening investasi UNSP di AK Fund Hongkong sebesar Rp 237,2 miliar. Harry bilang, penempatan ini dilakukan untuk memaksimalkan hasil investasi. Perusahaan perkebunan ini juga menggunakan dana rights issue untuk uang muka pembukaan lahan Rp 204 miliar, pembayaran modal kerja Rp 216,21 miliar, dan ganti rugi lahan Rp 8 miliar.

Harry menegaskan, per 31 Maret 2010, sebenarnya uang hasil rights issue itu sudah ditarik dari BACA. Tapi karena masalah administrasi, dana itu masih tercatat di laporan keuangan kuartal I UNSP. "Uangnya sudah dipakai untuk membayar akuisisi," imbuhnya.

Sementara itu Direktur Keuangan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Eddy Soeparno bilang, sebagai pemegang saham mayoritas, dalam rights issue UNSP Maret lalu, BNBR ikut menyetor modal 200 juta dollar AS. "Itu dana pinjaman yang langsung kita transfer ke rekening UNSP," kata dia, Senin  (19/7/2010). (Kun Wahyu Winasis/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau