Korban ledakan elpiji

Silicon Gelsuit Atasi Luka Bakar Ridho

Kompas.com - 21/07/2010, 12:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ridho, bocah berusia 4,5 tahun korban ledakan gas elpiji asal Bojonegoro, Jawa Timur akan memakai silicon gelsuit selama enam bulan mendatang. Silicon gelsuit ini akan membantu untuk mengurangi efek luka bakar yang dialami Ridho.

"Silicon gelsuit ini untuk menyembuhkan gejala subjektif yang timbul akibat luka bakar, seperti gatal, panas. Lama kelamaan akan hilang merahnya kulit akibat luka bakar," ucap Aditya Wardhana, dokter spesialis bedah kulit yang menangani Ridho, dalam wawancara yang dilakukan di Rumah Sakit Ciptomangunkusumo, Rabu (21/7/2010).

Dikatakannya, silicon gelsuit tersebut akan dilapisi pressure garmen, yang mirip dengan stocking, dan akan dipakai minimal selama delapan jam.

"Pressure garment dilepas kalau pasien mandi atau shalat. Tidak boleh buka tutup. Dan, silicon gelsuit itu minimal delapan jam harus nempel di kulit," jelasnya.

Dijelaskannya, proses penyembuhan Ridho membutuhkan waktu. Paling cepat tiga bulan dan bisa sampai satu tahun, tergantung dari proses penyembuhan jaringan kulit yang terkena luka bakar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau