DENPASAR, KOMPAS.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia (SI) berencana membuat posko pendampingan dan advokasi untuk para korban ledakan elpiji khususnya 3 kilogram. Hal ini disampaikan Koordinator BEM seluruh Indonesia, Fiqi Ahmad saat berunjuk rasa di depan monumen perjuangan rakyat Bali Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Rabu (21/7/2010).
“Kita akan mengadvokasi teman-teman yang menjadi korban. Kita punya perwakilan di setiap daerah,” ujar mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta ini.
“Selanjutnya kita juga akan membawa aspirasi mereka kepada Presiden SBY,” tambahnya.
BEM seluruh Indonesia menganggap kebijakan pemerintah mengonversi minyak tanah ke elpiji justru menjadi bumerang karena kurangnya pengawasan terhadap pengadaan tabung elpiji. “Kalau kualitas barangnya seperti itu malah membunuh masyarakat, ini ada proyek pengadaan tabung yang cukup banyak tapi pengawasan terhadap produknya lemah,” katanya.
Mahasiswa berharap pemerintah tidak lepas tangan terhadap para korban ledakan elpiji dan meningkatkan pengawasan peredaran tabung elpiji khususnya 3 kilogram agar masyarakat tidak lagi menerima tabung tidak layak edar yang membahayakan nyawa mereka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang