Makelar kasus

Arafat Minta 'Moge' Ditarik

Kompas.com - 21/07/2010, 15:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa Kompol Arafat Enanie meminta kepada pihak PT Mabua Motor Indonesia Auto Mall di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, agar sepeda motor Harley Davidson tipe Ultra Classic senilai Rp 410 juta ditarik kembali. Permintaan itu setelah moge yang dibeli oleh terdakwa Alif Kuncoro berada di tangan Arafat selama lima bulan.

Hal itu disampaikan Sapta Hari Aji, sales consultant PT MMIAM, saat memberi kesaksian di sidang Alif di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (21/7/2010). Dua saksi lain dari PT MMIAM, yakni Untung A dan Siti M.

Aji menjelaskan, ia yang mengantarkan moge itu ke rumah Arafat di Perumahan Telaga Golf Sawangan, Depok. Saat itu, moge diterima oleh istri Arafat, Hasni Amalia. Dalam berkas dakwaan Arafat, moge diantarkan melalui PT MMI di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, pada 13 November 2009.

Moge warna hitam itu, kata Aji, diantarkan setelah Alif membayar lunas melalui transfer rekening. Saat memesan, Alif baru membayar uang muka Rp 20 juta. "Saya telepon Pak Arafat bilang motor sudah siap. Pak Arafat minta segera dikirim," katanya.

Dikatakan Aji, ia lalu dihubungi Arafat agar moge itu dibawa dari rumahnya pada bulan Maret 2010. Namun, Aji mengaku tidak mengetahui apa alasan permintaan Arafat itu. Setelah sempat disimpan di show room di Jalan TB Simatupang, Alif meminta agar moge itu diantarkan ke rumahnya di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Moge itu akhirnya disita penyidik di rumah Alif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau