Hasil tim independen

Raja-Edmond Tidak Terlibat!

Kompas.com - 21/07/2010, 17:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Polri telah membubarkan tim khusus penanganan mafia hukum atau biasa disebut tim independen Mabes Polri. Tim itu dibentuk setelah Komjen Susno Duadji mengungkap keterlibatan oknum-oknum penyidik Bareskrim Mabes Polri dalam mafia kasus Gayus Halomoan Tambunan senilai Rp 28 miliar.

Setelah diselidiki, dua penyidik Bareskrim ditetapkan sebagai tersangka, yakni Kompol Arafat dan AKP Sri Sumartini. Namun, dua pejabat yang disebut-sebut terlibat oleh Susno, yakni Brigjen (Pol) Raja Erizman dan Brigjen (Pol) Edmond Ilyas, masih berstatus saksi. Apakah keduanya memang tidak terlibat persoalan makelar kasus (markus)?

Kabareskrim Komjen Ito Sumardi mengatakan, dari hasil penyelidikan tim independen, tidak ditemukan pelanggaran pidana yang dilakukan keduanya. "Dari kasus yang ditangani, tidak ada indikasi pelanggaran. Tapi mereka dianggap ada kelalaian, makanya mereka dicopot," ucap Ito melalui telepon, Rabu (21/7/2010).

Ito mengatakan, keduanya hanya dikenakan pelanggaran kode etik profesi atas kelalaian melakukan penyelidikan kasus korupsi, pencucian uang, dan penggelapan yang menjerat Gayus. Adapun untuk sidang kode etik, Polri masih menunggu sidang pidana sembilan tersangka. "Mereka tidak bisa dikatakan terlibat langsung karena tidak ada bukti mengarah ke sana," ucap Ito.

Jika nanti ditemukan bukti baru, maka apakah Raja dan Edmond akan ditangani Bareskrim Polri? "Ya. Untuk sementara ini tidak ada apa-apa," jawab Ito. Seperti diketahui, setelah selesai, tugas tim independen diserahkan kepada Bareskrim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau