Perampok seorang diri

Dompet Perampok Aneh Itu Kosong

Kompas.com - 21/07/2010, 17:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com M Zaidan (29) nekat merampok Bank Mega Syariah seorang diri. Zaidan yang awalnya berhasil menggasak uang Rp 376 juta itu bahkan kabur hanya dengan berjalan kaki.

Berdasarkan penyelidikan sementara aparat Kepolisian Sektor Metro Gambir,  pelaku diduga melakukan aksinya karena motif butuh uang. "Pelaku diduga melakukan aksinya karena butuh uang. Saat diperiksa, dompetnya memang tidak ada uang sepeser pun," kata Kepala Polsek Gambir Komisaris Yossy Runtukahu di Polsektro Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (21/7/2010).

Yossy mengatakan, dugaan ini masih bersifat sementara. Pasalnya, pelaku belum memberikan keterangan secara jelas. Selain keterangan yang terkesan berbelit-belit, cara bicara pelaku juga tidak jelas. "Kondisi pelaku juga masih luka-luka lebam di kepala dan wajah karena sempat dipukuli massa. Jadi, tidak bisa berbicara jelas," kata Yossy.

Dari penyelidikan juga diketahui bahwa pria berperawakan gemuk ini berasal dari Palembang. Dia diperkirakan belum lama berada di Jakarta. Selama berada di Jakarta, Zaidan diketahui menginap di Hotel Jati, Tanah Abang.

Dengan perbuatannya tersebut, Zaidan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang perampokan dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 9 tahun penjara.

"Kami masih akan melakukan penyelidikan lebih jauh tentang motif pelaku ini karena dia sangat berani sekali merampok hanya dengan jalan kaki," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau