JAKARTA, KOMPAS.com - Permintaan dari segmen atas perumahan terlihat meningkat di Tangerang dan Jakarta, diikuti peluncuran beberapa kluster yang menawarkan rumah dengan harga sekitar Rp 1 miliar. Permintaan yang kuat pada segmen menengah juga terlihat di daerah Bekasi.
Demikian hasil riset konsultan properti, Cushman & Wakefield, yang dipaparkan Head of Research and Advisory Department Cushman & Wakefield, Arief Rahardjo, Rabu (21/7/2010), di Bursa Efek Jakarta.
"Ada sekitar 11.514 hektar daerah pengembangan perumahan di Jakarta dan sekitarnya yang kami catat. Mayoritas pengembangan aktif berlokasi di Tangerang dan Bekasi, yang masih punya lahan kosong yang luas," ungkap Arief.
Tangerang juga dinilai potensial bagi para pengembang karena terkait masalah aksesibilitas. Kehadiran jalur Tol Jakarta Outering Road (JORR) menuju Serpong semakin memudahkan akses ke Tangerang.
Sedangkan untuk perumahan estat, unit yang paling diminati berada di harga sekitar Rp 1 miliar (di Jakarta), Rp 600-700 juta (di Tangerang), Rp 400-500 juta (di Bekasi), dan sekitar Rp 250 juta (di Bogor).
Adapun, jumlah pasokan unit perumahan Jabodetabek bertambah sekitar 2,5 persen atau 5.574 unit pada semester I tahun 2010. Gabungan Tangerang dan Bekasi menyumbang 70 persen total pasokan, sementara Jakarta hanya 8,1 persen yang berasal dari Kelapa Gading Orchard dan Marina Coast The Bukit.
Biaya konstruksi relatif stabil hingga Juni 2010 tanpa kenaikan harga dasar bangunan. Namun, kenaikan Tarif Dasar Listrik di bulan Juli 2010 diperkirakan akan meningkatkan harga jual rumah sebesar 5-10 persen. (Sabrina Asril)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang