Tangerang, Lokasi Favorit Hunian Baru

Kompas.com - 21/07/2010, 18:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Permintaan dari segmen atas perumahan terlihat meningkat di Tangerang dan Jakarta, diikuti peluncuran beberapa kluster yang menawarkan rumah dengan harga sekitar Rp 1 miliar. Permintaan yang kuat pada segmen menengah juga terlihat di daerah Bekasi.

Demikian hasil riset konsultan properti, Cushman & Wakefield, yang dipaparkan Head of Research and Advisory Department Cushman & Wakefield, Arief Rahardjo, Rabu (21/7/2010), di Bursa Efek Jakarta.

"Ada sekitar 11.514 hektar daerah pengembangan perumahan di Jakarta dan sekitarnya yang kami catat. Mayoritas pengembangan aktif berlokasi di Tangerang dan Bekasi, yang masih punya lahan kosong yang luas," ungkap Arief.

Tangerang juga dinilai potensial bagi para pengembang karena terkait masalah aksesibilitas. Kehadiran jalur Tol Jakarta Outering Road (JORR) menuju Serpong semakin memudahkan akses ke Tangerang.

Sedangkan untuk perumahan estat, unit yang paling diminati berada di harga sekitar Rp 1 miliar (di Jakarta), Rp 600-700 juta (di Tangerang), Rp 400-500 juta (di Bekasi), dan sekitar Rp 250 juta (di Bogor).

Adapun, jumlah pasokan unit perumahan Jabodetabek bertambah sekitar 2,5 persen atau 5.574 unit pada semester I tahun 2010. Gabungan Tangerang dan Bekasi menyumbang 70 persen total pasokan, sementara Jakarta hanya 8,1 persen yang berasal dari Kelapa Gading Orchard dan Marina Coast The Bukit.

Biaya konstruksi relatif stabil hingga Juni 2010 tanpa kenaikan harga dasar bangunan. Namun, kenaikan Tarif Dasar Listrik di bulan Juli 2010 diperkirakan akan meningkatkan harga jual rumah sebesar 5-10 persen. (Sabrina Asril)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau