Trafo pltu meledak

Operasional Bandara Soetta Tak Terganggu

Kompas.com - 21/07/2010, 19:48 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Pemadaman listrik yang terjadi akibat meledaknya trafo Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Muara Karang, Jakarta Utara, Rabu (21/7/2010) pagi, tidak sampai mengganggu pengoperasian penerbangan dan alat navigasi di Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta. Pemadaman yang terjadi selama 50 menit, dari pukul 10.00 sampai 10.50, hanya mengganggu operasional sebagian perkantoran di kawasan seluas 1.740 hektar tersebut.

"Bandara sempat kena imbas dari meledaknya trafo di Muara Karang. Tetapi, kami langsung mengantisipasinya dengan mengerahkan listrik cadangan dari genset sehingga operasional penerbangan tidak bermasalah," kata Manajer Humas PT Angkasa Pura II, pengelola bandara itu, Andang Santosa, kepada Kompas, Rabu.

Andang mengatakan, cadangan listrik dari genset sebesar 7.430 kilovolt ampere (KVA). Dari cadangan listrik tersebut, di antaranya sebesar 4.880 KVA khusus untuk kebutuhan listrik prioritas, seperti peralatan navigasi, komunikasi udara, dan tempat pelayanan pendaftaran penumpang yang menggunakan sistem online.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau