TANGERANG, KOMPAS.com — Pemadaman listrik yang terjadi akibat meledaknya trafo Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Muara Karang, Jakarta Utara, Rabu (21/7/2010) pagi, tidak sampai mengganggu pengoperasian penerbangan dan alat navigasi di Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta. Pemadaman yang terjadi selama 50 menit, dari pukul 10.00 sampai 10.50, hanya mengganggu operasional sebagian perkantoran di kawasan seluas 1.740 hektar tersebut.
"Bandara sempat kena imbas dari meledaknya trafo di Muara Karang. Tetapi, kami langsung mengantisipasinya dengan mengerahkan listrik cadangan dari genset sehingga operasional penerbangan tidak bermasalah," kata Manajer Humas PT Angkasa Pura II, pengelola bandara itu, Andang Santosa, kepada Kompas, Rabu.
Andang mengatakan, cadangan listrik dari genset sebesar 7.430 kilovolt ampere (KVA). Dari cadangan listrik tersebut, di antaranya sebesar 4.880 KVA khusus untuk kebutuhan listrik prioritas, seperti peralatan navigasi, komunikasi udara, dan tempat pelayanan pendaftaran penumpang yang menggunakan sistem online.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang