Pemain Perancis Kalah dari Indonesia

Kompas.com - 22/07/2010, 13:09 WIB

SURABAYA, Kompas.com - Para pebulu tangkis Perancis tidak mematok target dalam keikutsertaannya di ajang "Sunkist Indonesia International Challenge Indocock Djarum Open 2010" di GOR Sudirman Surabaya pada 27-31 Juli 2010.      Pelatih tim bulu tangkis Perancis Arif Rasidi yang ditemui di Surabaya, Kamis, mengatakan keikutsertaan anak asuhnya di turnamen tahunan ini, lebih bertujuan mencari pengalaman tanding di luar negaranya.  "Kami membawa sembilan pemain yang semuanya masih junior. Mereka memang pemain-pemain pelapis yang disiapkan untuk masa depan," paparnya kepada Antara.      Arif Rasidi yang pernah menghuni Pelatnas Cipayung di tahun 1998-2001 itu, mengakui kualitas anak asuhnya tidak sebagus pemain-pemain Indonesia, namun diharapkan mereka tetap bisa memberikan perlawanan maksimal.      Dari daftar undian yang dirilis panitia "Indonesia Challenge", para pebulu tangkis Perancis sudah harus bertemu lawan-lawan berat di babak awal.  Pada nomor tunggal putra misalnya, Maxime Francois yang mendapat "bye" di babak pertama, sudah bertemu unggulan utama Andre Kurniawan pada babak kedua.  Sementara rekannya Michael Phomsoupha harus menghadapi pebulu tangkis Pelatnas Pratama Febriyan Irvannaldy.

Nasib sama juga dialami pebulu tangkis putri Prancis Shinta Saiche yang sudah bertemu juara bertahan sekaligus "seeded" pertama Fransiska Ratnasari.  "Mereka memang belum memiliki peringkat dunia, sehingga wajar kalau mendapatkan undian yang tidak menguntungkan. Ini bisa menjadi pengalaman berharga buat mereka," ujar Arif Rasidi.      Ia menambahkan tujuan utama pebulu tangkis Perancis datang ke Surabaya adalah mengasah kemampuan dengan berlatih di klub Jaya Raya Suryanaga. Program mengisi liburan musim panas ini sudah dijalankan sejak 2004 lalu.  "Kebetulan di Surabaya ada kejuaraan, mereka sekalian kami daftarkan. Hitung-hitung cari pengalaman dan mengukur kemampuan bermain," tutur Arif menambahkan.

Selain Perancis, turnamen Indonesia Challenge 2010 diikuti 17 negara asing lainnya dari Asia, Eropa dan Kanada dengan total pemain sebanyak 109 orang. Malaysia menjadi negara yang mengirimkan pemain terbanyak, yakni 36 orang, diikuti Singapura dengan 19 pemain dan Thailand menyertakan 14 pemain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau