Henry Pindah karena Beckham

Kompas.com - 22/07/2010, 14:22 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Striker Thierry Henry mengaku mendapat "dorongan" dari David Beckham, perihal keputusannya bermain di liga Amerika Serikat alias Major League Soccer (MLS). Musim depan, Henry resmi membela New York Red Bulls.

"Aku memang meminta saran David (Beckham) perihal kepindahan saya," kata Henry. "David tak pernah mengatakan hal buruk tentang MLS kepada saya. Ia bilang, dirinya sangat menikmati setiap pertandingan di sana. Aku menghormati David. Dia pria hebat dan dia mendorongku untuk bermain di sini," lanjutnya.

Beckham maupun Henry punya perjalanan karier sepak bola yang hampir sama. Beckham memulai kariernya di Premier League, bersama Manchester United, klub yang dibelanya sejak masih kanak-kanak.

Di tim berjuluk "Setan Merah" itu, Beckham sukses menjadi bintang sekaligus ikon klub. Selama 10 tahun membela United, Beckham sukses meraih enam gelar juara Premier League, dua Piala FA, satu titel Liga Champions dan Piala Interkontinental, serta empat Piala Community Shield.

Beckham kemudian melanjutkan kariernya ke Spanyol. Di La Liga, Beckham bermain di Real Madrid. Meski tak terlalu bersinar, Beckham mampu menjaga kepopulerannya baik di dalam maupun di luar lapangan hijau. Selama empat musim membela "Los Blancos", Beckham mendapat satu gelar La Liga dan Supercopa de Espana (Community Shield-nya Spanyol).

Tahun 2007, Beckham akhirnya memutuskan untuk mencoba tantangan baru di MLS. Di negeri "Paman Sam", Beckham bermain untuk Los Angeles Galaxy hingga sekarang.

Perjalanan Beckham dari Premier League, La Liga, ke MLS ini juga dialami oleh Henry. Satu hal yang membedakan keduanya adalah Henry lebih sering berpindah-pindah klub. Ia mengawali kariernya di Ligue 1 bersama klub AS Monaco. Henry kemudian hijrah ke Serie-A dan bergabung dengan klub raksasa Juventus. Ia gagal menunjukkan sinarnya di sini, lalu hengkang ke Premier League untuk membela Arsenal.

Di klub asal London inilah Henry sukses meraih puncak kariernya. Selama delapan musim bersama "The Gunners", Henry pernah menjabat sebagai kapten Arsenal. Henry juga berhasil mengantar Arsenal meraih dua gelar Premier League, tiga Piala FA, dan dua Community Shield.

Puas di Inggris, Henry melanjutkan kariernya di Barcelona pada 2007. Tahun pertamanya begitu sulit. Cedera memaksanya lebih banyak duduk di bangku pesakitan. Tahun kedua dan ketiga berubah total. Henry meraih dua gelar La Liga, satu Copa del Rey dan Supercopa de Espana, satu titel Liga Champions, Piala Super dan Juara Dunia Antarklub.

Kini, setelah merasa cukup dengan segala gelar dan prestasi yang telah didapatnya, Henry lagi-lagi mengikuti jejak Beckham dengan memilih bermain di MLS. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau