Kasus century

Darmin Tidak Ikut Rapat 'Bail Out' Century

Kompas.com - 22/07/2010, 15:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Nama Darmin Nasution menjadi salah satu nama di antara sekian nama pejabat yang disebut dalam rekomendasi Pansus Angket Kasus Bank Century. Sebagai Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), ia turut diduga melakukan pelanggaran dalam pengucuran dana talangan Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun.

Pertanyaan mengenai keterlibatannya dalam pengambilan keputusan bail out pun menjadi pertanyaan favorit anggota Komisi XI dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur Bank Indonesia selama dua hari ini. Darmin merupakan calon tunggal Gubernur BI.

Saat menjawab pertanyaan tersebut, Darmin mengatakan, ia tak ikut memutuskan bail out Bank Century. "Pada waktu pra-rapat KSSK, saya waktu itu menentang dan menolak. Saat pengambilan keputusan bail out, yang rapat Menkeu, Kepala LPS, dan Gubernur BI. Saya tidak ikut dalam rapat pengambilan keputusan itu. Saya tidak ikut sama sekali," kata Darmin, Kamis (22/7/2010) di Gedung DPR, Jakarta.

Mantan Dirjen Pajak ini menegaskan siap bertanggung jawab jika di waktu mendatang terbukti bersalah dalam pengucuran dana triliunan itu. "Kalau terbukti salah, saya siap tanggung jawab. Tapi saya sampai saat ini tidak ada indikasi terlibat. Saya tidak pernah dipanggil KPK, Polri maupun Kejaksaan," ujarnya.

Menurut UU LPS, Darmin menjelaskan, sebuah bank jika sudah diputuskan untuk diselamatkan maka harus disehatkan. Keputusan itu harus dilaksanakan oleh LPS dan menyuntikkan dana penyelamatan. "Dalam peraturan LPS, bank itu harus disehatkan," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau