JAKARTA, KOMPAS.com - Persoalan kekacauan PPDB online DKI Jakarta harus terus dilanjutkan untuk meminta pertanggung jawaban Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Dinas Pendidikan DKI Jakarta harus profesional agar kasus ini tuntas.
"Memang benar ada masalah, dan itu mesti diselidiki penyebabnya dan siapa yang bertanggung jawab pada saat kerusakan itu. Pendaftaran siswa baru ini kan ada dananya, jadi harus profesional karena dana itu dari rakyat juga," ujar Juwono dari Aliansi Orang Tua Peduli Pendidikan kepada Kompas.com di Jakarta, Kamis (22/7/2010).
Aliansi tersebut merupakan organisasi yang masih berafiliasi dengan Indonesia Corruption Watch (ICW). Pihak aliansi ini banyak menerima pengaduan dari orang tua murid yang merasa dirugikan akibat kekacauan PPDB online tahap I.
"Jangan dipetieskan dulu, sebab akibatnya banyak dan belum jelas. Mulai dari overload kemudian ganti provider dari provider lain ke Telkom. Untuk itu kami juga minta transparansi soal dana yang dikeluarkan oleh Dinas untuk ini," kata Juwono.
"Saat Dinas memanggil kembali Telkom itu pakai dana dari mana, tentu anggaran baru. Kami sudah serahkan surat ke Dinas untuk meminta jawaban soal pertanyaan kami mengenai anggaran dan provider, namun sampai hari ini belum dijawab dan belum ada tanggung jawabnya," kata Juwono.
Diberitakan sebelumnya di Kompas.com, Kamis (22/7/2010), Koordinator Divisi Monitoring ICW Ade Irawan meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta tetap harus mempertanggung jawabkan persoalan kekacauan server PPDB online Tahap I meskipun saat ini tahun ajaran sudah dimulai.
Sebelumnya, pada Jumat (16/7/2010) pekan lalu, tim ICW dan Aliansi Orang Tua Peduli Pendidikan mendatangi Dinas Pendidikan DKI dan melihat langsung server tersebut. Kedatangan mereka sekaligus untuk meminta pertanggung jawaban Dinas Pendidikan mengenai masalah ini.
"Bukan apa-apa, lantaran masalah ini kan jadi banyak kursi kosong. Banyak orang tua lapor karena merasa dirugikan, makanya ini harus tuntas. Kami meminta keterbukaan infomasi dari Dinas," kata Ade.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang