JAKARTA, KOMPAS.com - Komisaris Independen Permata Bank Tony Prasentiantono menjelaskan pemberian kredit perumahan oleh perbankan nasional saat ini masih rendah dan untuk itu perlu dilakukan ekspansi kredit di masa mendatang.
"Ekspansi kredit perumahan sangat jauh dari rendah, paling selama ini hanya Rp200 triliun dibanding pemberian total kredit perbankan Indonesia sebesar Rp1.500 triliun," ujarnya di Jakarta.
Ia menjelaskan karena pemberian kredit perumahan di Indonesia yang relatif rendah dan lambat berarti masih banyak penduduk Indonesia yang belum bisa memiliki rumah, untuk itu upaya perbankan nasional untuk melakukan ekspansi harus diapresiasi.
Ia mengatakan, perbankan tidak perlu memiliki ketakutan bahwa nasabah tidak mampu dan mengalami gagal bayar untuk kredit perumahan, karena resiko belum terlalu besar dan ekspansi masih rendah.
"Angka kita masih rendah, dibandingkan dengan AS yang memberikan mortage hingga 12 triliun dolar AS padahal PDB AS 14,5 triliun dolar AS, jadi Indonesia relatif aman, dan tidak ada alasan bank-bank tidak mendorong KPR," ujarnya.
Menurut dia, bunga KPR yang ditawarkan bank-bank juga masih relatif sama, karena selain persaingan antar bank, namun kredit perumahan ini juga mulai diminati selain kredit kendaraan bermotor.
KPR Bank Permata
Sementara pada kesempatan yang sama PT. Bank Permata Tbk meluncurkan PermataKPR Keluarga, merupakan produk Kredit Perumahan Rakyat (KPR) yang menghubungkan rekening simpanan nasabah dan keluarganya dengan fasilitas KPR untuk meringankan beban bunga KPR nasabah.
Direktur Retail Banking Bank Permata Lauren Sulistiawati dalam mengatakan varian produk ini diharapkan dapat membuat nasabah memiliki pilihan dalam menentukan produk KPR yang tepat dan sesuai dengan kondisi atau pola keuangan masing-masing.
"Nasabah dan keluarga merupakan aspek penting dalam produk ini karena kami memandang keduanya menjadi perhatian kami," ujarnya.
Produk inovatif ini, ia menambahkan, merupakan KPR pertama yang menghubungkan rekening simpanan nasabah dan keluarganya dengan fasilitas KPR.
Ia menjelaskan keuntungan dalam produk KPR ini adalah setiap pemegang rekening yang terhubung tetap memiliki akses penuh terhadap dana di dalam rekeningnya, dapat bertransaksi seperti biasa dan tetap menikmati bunga atas simpanan tersebut.
"Rekening nasabah juga dapat dihubungkan dengan rekening anggota keluarga nasabah hingga lima rekening dan setiap rekening dapat menikmati poin keluarga yang dapat digunakan untuk mengurangi beban bunga KPR," ujarnya.
Saat ini, ia mengatakan kinerja Bank Permata dalam bisnis pemberian kredit untuk perumahan (mortage) masih tetap terjaga dengan realisasi penyaluran kredit hingga kuartal I tumbuh 40 persen dibanding periode sama tahun lalu.
"Namun demikian dengan outstanding kredit sebesar Rp6,3 triliun, dan kredit bermasalah (NPL) dapat dikelola di level satu persen," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang