Tasikmalaya

Butuh Balai Penampungan Anak Terlantar

Kompas.com - 22/07/2010, 21:37 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Kota Tasikmalaya butuh balai penampungan anak-anak terlantar, karena selama ini mengatasi permasalahan tersebut belum dapat ditangani serius pemerintah daerah setempat.

"Nantinya berfungsi untuk penampungan anak terlantar seperti anak jalanan yang secara otomatis akan memudahkan pemerintah untuk mengkoordinasikan dan memperhatikannya," kata anggota Komisi V DPRD Kota Tasikmalaya, Andi Warsandi, Kamis (22/7/2010).

Fungsi balai penampungan itu, kata Andi, sebagai tempat pusat pengasramaan, pelayanan dan penyantunan anak terlantar ataupun anak jalanan yang berada di Kota Tasikmalaya.

Keberadaan balai itu, bisa disebut sebagai panti sosial dalam penanganan dan pembinaan anak-anak atau bayi yang terlantar yang terjadi di Kota Tasikmalaya.

Masalah pendirian balai penampungan anak terlantar, Andi sudah merencanakan serta mengkaji untuk mengupayakan pembangunan balai panti tersebut.

"Menurut saya hal itu penting, sekarang masih dalam proses pengkajian," katanya.

Rencana pembangunan balai tersebut akan terus dibahas dan dikaji menyusul beberapa hari lalu ada penemuan bayi di RSUD Tasikmalaya yang sekarang belum dipastikan akan dirawat pihak mana.

Meskipun rencana Pemerintah Kota Tasikmalaya akan ditangani Dinas Sosial, namun kata Andi, Dinas terkait juga belum dapat memastikan akan disimpan dimana bayi yang baru lahir itu.

Ia mengaku prihatin penemuan bayi di lokasi keramaian umum RSUD Tasikmalaya yang tidak terdeteksi oleh pihak rumah sakit termasuk petugas keamanan setempat.

Kejadian tersebut diharapkan Andi tidak terulang kembali, dan meminta pihak pemerintah Kota Tasikmalaya segera mengatasi nasib bayi malang itu.

"Secepatnya lakukan langkah untuk kejelasan bayi itu, pemerintah perlu perhatikan secara khusus, karena kalau kondisi kesehatan bayi itu sudah baik tentu tidak akan selamanya berada di rumah sakit," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau